01 October 2020, 14:48 WIB

Agustus, Hanya Ada 165 Ribu Kunjungan Wisman


M. Ilham Ramadhan Avisena | Humaniora

BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat 165 ribu kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Agustus 2020. Mayoritas kunjungan wisman berlandaskan kebutuhan bisnis.

“Jumlah wisman yang datang ke Indonesia pada Agustus 2020 masih sangat terbatas, yaitu 165 ribu orang. Dengan catatan, wisman yang masuk ke Indonesia ini wisman bisnis. Alasannya untuk bekerja dan misi lainnya,” ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Kamis (1/10).

Dia menyebut jumlah wisman pada Agustus 2020 cenderung membaik, jika dibandingkan Juli 2020, yakni 157,9 ribu orang. Namun, dilihat secara tahunan (yoy), terjadi penurunan hingga 89,22%. Pasalnya, jumlah wisman yang datang ke Indonesia pada Agustus 2019 mencapai 1,53 juta orang.

Baca juga: Luhut: Pemulihan Sektor Pariwisata Butuh Waktu 10 Bulan

Turunnya kunjungan wisman ke Tanah Air tecermin dari lemahnya pergerakan transportasi di jalur udara, laut dan darat. Jalur udara misalnya, meski posisi bulanan (mtm) tergolong membaik, namun dilihat secara yoy mengalami penurunan signifikan.

BPS mencatat kedatangan wisman melalui Bandara Soekarno-Hatta pada Agustus 2020 turun hingga 98,22% (yoy). Adapun di Bandara Sam Ratulangi menurun sampai 93,56% (yoy) dan Bandara Kualanamu turun 99,89%. Penurunan itu dibandingkan periode Agustus 2019.

Kondisi serupa terjadi di jalur laut. Misalnya Batam, terjadi penurunan hingga 99,18% (yoy). Kemudian, Tanjung Benoa turun 99,40% (yoy) dan Tanjung Balai Karimun turun 100% (yoy).

“Melihat penurunan tajam ini, perlu diantisipasi dampak yang akan terjadi pada sektor pendukung pariwisata. Baik itu transportasi, hotel, maupun akomodasi,” pungkas Suhariyanto.

Baca juga: Geliat Pariwisata Bisa Cegah Pelambatan Ekonomi Berkelanjutan

Dilihat dari negara asal wisman, Timor Lester memiliki kontribusi paling besar pada Agustus 2020, yakni 54,2% atau 89,4 ribu kunjungan. Negara asal wisman terbesar kedua ialah Malaysia dengan 58,3 ribu kunjungan atau sekitar 35,3%.

“Padahal, biasanya wisman dari Tiongkok paling mendominasi. Perubahan kunjungan wisman secara tahunan sangat dalam sekali,” imbuhnya.

Apabila dihitung secara kumulatif sepanjang Januari-Agustus 2020, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia hanya 3,4 juta orang. Capaian itu lebih rendah 68,17% dari total kedatangan wisman pada periode sama tahun lalu, yakni 10,71 juta orang.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT