01 October 2020, 14:30 WIB

Wapres Apresiasi Pengembangan Produk Sawit Libatkan Santripreneur


Indriyani Astuti | Ekonomi

WAKIL Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menuturkan di tengah pandemi covid-19, kinerja ekspor minyak sawit di Indonesia mengalami penurunan sekitar 11% pada semester I pada 2020 dibanding periode yang sama pada 2019.

Negara tujuan utama ekspor minyak sawit Indonesia yang pada masa lalu didominasi Eropa, kini terdiversifikasi ke negara lain yakni India, Tiongkok dan Afrika.

"Penurunan ekspor sawit telah memberikan dampak negatif kepada para petani dan pelaku usaha terkait sawit sehingga diperlukan upaya penguatan pada pasar domestik minyak sawit agar kinerjanya membaik, dan memberikan keseimbangan pada kinerja ekspor yang menurun," ujar Wapres memberikan sambutan dalam acara launching “Pengembangan Potensi Santripreneur Berbasis UKMK Sawit sebagai Program Pemberdayaan Ekonomi Daerah” yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Ekonomi Islam dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), secara daring, Kamis (1/10).

Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, Rektor Universitas Indonesia Prof. Ari Kuncoro, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, gubernur serta perwakilan kepala lembaga/kementerian dan Pimpinan Pondok Pesantren dari Provinsi Sumatra Utara, Sumatra Selatan dan Riau.

Wapres menyampaikan upaya penguatan pasar domestik dapat dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Adapun tujuannya guna memperbesar dan mempercepat proses produksi, distribusi dan pemasaran produk sawit.

Baca juga:  Kolaborasi Industri Sawit dan Pesantren Bisa Dorong Pemerataan

Pesantren, imbuh Wapres, sangat berpotensi sebagai bagian dari pengembangan kolaborasi dan kerja sama pengembangan usaha termasuk bagi komoditi sawit.

"Pesantren juga memiliki ciri khas dan keunikan, antara lain kemandirian dan keberadaannya ditengah-tengah masyarakat," tutur Wapres.

Disampaikannya, dalam membangun pesantren sebagai pusat ekonomi syariah baik dari sektor keuangan maupun sektor riil, pemerintah telah menyediakan dana bergulir yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan koperasi termasuk koperasi syariah. Kegiatan yang dilakukan antara lain pendampingan dan pengembangan berbagai usaha seperti peternakan, perikanan dan pertanian.

Khusus untuk program santripreneur berbasis UKMK (usaha kecil menengah koperasi produk sawit, Wapres berharap pesantren yang berada di daerah-daerah penghasil komoditi sawit akan dapat berperan dalam menggerakkan roda perekonomian daerahnya.

Menurutnya, dalam mendorong pemulihan perekonomian nasional yang terpuruk akibat pandemi covid-19, diperlukan kolaborasi dan kemitraan. Pada program santripreneur UKMK berbasis sawit, akan melibatkan tiga entitas yakni entitas pemerintah baik di pusat maupun daerah, entitas dunia usaha dan entitas pesantren dengan pembiyaan syariah.

"Pemerintah menyambut baik program pengembangan potensi santripreneur berbasis UKMK Sawit sebagai bagian dari upaya pengembangan ekonomi sektor riil di pesantren," tukasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT