01 October 2020, 14:09 WIB

Jadi Tempat Isolasi Covid-19, Dua Pesantren Ditutup


Bayu Anggoro | Nusantara

GUGUS Tugas Percepatan Penanggulangan covid-19 Jawa Barat memastikan pondok pesantren yang menjadi klaster baru penyebaran virus korona akan dijadikan tempat isolasi bagi santri yang positif. Hal ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran agar tidak semakin meluas.

Hal itu disampaikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan covid-19 Jawa Barat Ridwan Kamil menyikapi adanya klaster pondok pesantren di Kabupaten Kuningan dan Kota Tasikmalaya. Emil menyebut, pihaknya langsung berkoordinasi saat mengetahui adanya lokasi baru penyebaran virus tersebut.

Hasilnya, semua penghuni pondok pesantren akan dites untuk menelusuri yang sudah terpapar covid-19. Jika negatif, santri di lokasi tersebut akan dipulangkan ke rumah masing-masing.

"Kalau ada yang positif tapi gejalanya ringan, akan dikarantina di pesantrennya," kata Emil di Bandung, Kamis (1/10). Jika santri dinyatakan positif dan memiliki gejala yang berat, akan ditangani dengan langsung dibawa ke rumah sakit.

Emil menambahkan, isolasi di pondok pesantren harus dalam kondisi yang layak yakni tidak melebihi kapasitas ideal. Terlebih, penanganan pasien korona ini memerlukan upaya tertentu, seperti menjaga jarak.

Bagaimana jika pesantren di Tasikmalaya sudah kelebihan kapasitas untuk isolasi? Sebagian santri akan diisolasi di rumah susun milik Universitas Siliwangi.

"Itu sudah mulai kita lakukan dan mudah-mudahan kita bisa mencegah lebih baik," katanya. Dengan begitu, Emil memastikan kegiatan belajar mengajar di pesantren tersebut dihentikan karena semua ruangan difungsikan sebagai tempat isolasi.

Sementara itu, Emil memastikan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara proporsional di wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi, dilanjutkan sampai 27 Oktober mendatang. Seperti diketahui, PSBB secara proporsional kawasan tersebut berakhir pada 29 September lalu. (OL-14)

BERITA TERKAIT