01 October 2020, 13:55 WIB

Kasus Covid-19 Tinggi Banyumas PerpanjangTanggap Darurat


Liliek Dharmawan | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), secara resmi memperpanjang masa tanggap darurat. Salah satu alasannya yaitu kasus covid-19 masih tinggi, apalagi angka reproduksi (R) mencapai 2,14.  R melambangkan jumlah rata-rata orang yang dapat ditulari seorang pengidap.

Sampai sekarang Banyumas masih dalam kategori oranye. Selain itu, fokus lain yang dikerjakan yaitu penyiapan rumah karantina.

Sekretaris Daerah Banyumas Wahyu Budi Saptono mengatakan bahwa pemkab secara resmi telah memperpanjang masa tanggap darurat. Sebab, kasusnya masih tinggi dan muncul klaster pondok pesantren.

"Dengan begitu, fokus Pemkab Banyumas tetap pada penanganan covid-19. Saat sekarang, secara total kasusnya mencapai 582 dengan reproduksi efektif mencapai 2,14. Ini berarti perlu ada upaya-upaya untuk menekan kasus covid-19," ¬Ětegas Sekda pada Kamis (1/10).

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyumas Sadiyanto mengungkapkan kasus pada September merupakan tertinggi jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. "Kasus selama September mencapai 328 yang didominasi klaster pondok pesantren," tuturnya.

Kasus covid-19 di Banyumas mulai muncul pada Maret sebanyak 4 kasus, April 38 kasus, Mei 23 kasus, Juni 12 kasus, Juli 117 kasus, dan Agustis 116 kasus. Berdasarkan sejumlah ahli epidemiologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, September akan menjadi salah satu bulan dengan kasus tinggi.

Tingginya kasus yang muncul, salah satu pemicunya yaitu kegiatan tracing dan pencarian yang terus dilakukan oleh Pemkab Banyumas. "Kalau tidak ada penelusuran dan tes, kasusnya tentu tidak sebanyak ini. Tetapi, Pemkab Banyumas telah bertekad untuk terus melakukan tes kepada masyarakat luas. Sampai sekarang sudah ada 12.500 tes usap yang dilakukan," jelasnya.

Terkait dengan jumlah kasus yang tinggi, Sadiyanto mengatakan bahwa sampai kini rumah karantina telah terisi 80%. Rumah karantina diperuntukkan bagi mereka yang positif tetapi tidak ada gejala.

Rumah karantina ada di Balai Diklat Baturraden, Pondok Slamet, dan Wisma Wijayakusuma. "Di tiga rumah karantina, sudah terisi 80%. Di rumah sakit masih tersedia 30 tempat tidur dari 182 tempat tidur secara keseluruhan," katanya. (OL-14)

BERITA TERKAIT