01 October 2020, 13:34 WIB

DKI Jakarta Inflasi 0,02% pada September


Hilda Julaika | Ekonomi

INFLASI DKI Jakarta pada September 2020 mencapai 0,02%. Inflasi disebabkan kenaikan harga, terutama pada kelompok pendidikan.

Angka inflasi itu membuat inflasi tahun kalender sebesar 1,05% dan inflasi secara tahunan sebesar 1,76%. Itu dipaparkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta Buyung Airlangga dalam konferensi per secara virtual, Kamis (1/10).

Adapun kelompok pendidikan menyumbang kontribusi tertinggi pada inflasi Jakarta pada September. Angka inflasi sektor pendidikan mencapai 0,11% berupa iuran pendidikan.

Yang dominan memberikan andil pada kelompok ini antara lain kenaikan biaya akademi/perguruan tinggi. Selain itu, inflasi turut disumbang oleh perhiasan dan emas naik 0,03% dan bawang putih naik 0,01%.

Komoditas yang menyumbang inflasi terendah bahkan sampai tingkat deflasi terdiri dari telur ayam ras turun harga (deflasi) sebesar 0,02%, daging ayam ras turun 0,04%, dan angkutan udara turun sebesar 0,071%.

Menurut data BPS, DKI Jakarta berada pada urutan ke-31 peringkat inflasi tertinggi dari 34 kota yang mengalami inflasi di Indonesia. Sebanyak 56 kota mengalami deflasi. Secara nasional Indonesia mengalami deflasi pada September sebesar 0,05%. (OL-14)

BERITA TERKAIT