01 October 2020, 13:27 WIB

Rusia Bersedia Jadi Tuan Rumah untuk Akhiri Konflik Nagorno-Karaba


Nur Aivanni | Internasional

RUSIA menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah dalam pembicaraan mengakhiri pertempuran antara Azerbaijan dan Armenia di wilayah sengketa Nagorno-Karabakh.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengajukan tawaran tersebut melalui sambungan telepon kepada kedua pihak yang tengah bertempur. Ia meminta keduanya untuk menghentikan pertempuran.

Pada Rabu (30/9), Lavrov menelepon Menteri Luar Negeri Armenia dan Azerbaijan. Ia menyampaikan Rusia bersedia menjadi tuan rumah untuk mengadakan pembicaraan.

Dalam pertempuran di Nagorno-Karabakh, ada lebih dari 100 korban meninggal yang dilaporkan sejak Minggu.

Baca juga: Nagorno-Karabakh Terus Memanas

Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin pun membahas pertempuran itu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron melalui sambungan telepon. Kedua pemimpin itu mengulangi seruan kekuatan dunia agar segera dilakukan gencatan senjata.

Rusia adalah bagian dari aliansi militer dengan Armenia dan memiliki pangkalan militer di negara tersebut. Namun, Rusia juga memiliki hubungan dekat dengan pemerintah Azerbaijan.

Armenia mendukung Republik Nagorno-Karabakh yang mendeklarasikan negara sendiri, tetapi tidak pernah secara resmi mengakuinya.

Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev bersumpah untuk terus bertempur sampai pasukan Armenia meninggalkan wilayah tersebut.

"Kami hanya punya satu syarat: angkatan bersenjata Armenia harus meninggalkan tanah kami segera dan tanpa syarat," tuturnya.(BBC/OL-5)

BERITA TERKAIT