01 October 2020, 12:35 WIB

328 Santri Ponpes Al Hidayah Purwokerto Dikarantina


Liliek Dharmawan | Nusantara


RISIKO sekolah asrama di tengah pandemi terus membuahkan bukti. Satu demi satu pondok pesantren di Tanah Air menjadi klaster baru.


Di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, covid-19 mewabah di Pondok Pesantren Al Hidayah. Tidak tanggung-tanggung, jumlah korbannya sudah mencapai 328 kasus.


"Tes usap sudah dilakukan terhadap 631 santri. Hasilnya 328 sampel dipastikan terinfeksi covid-19. Kemungkinan jumlah kasus bisa bertambah, karena masih ada 31 santri yang menunggu hasil tes usap," kata Sekretaris Daerah Banyumas, Wahyu Budi Saptono, Kamis (1/10).


Ia mengakui dalam beberapa hari terakhir, pemkab fokus pada penanganan kasus covid-19 di klaster pondok pesantren, khususnya Al Hidayah Purwokerto. Pemkab telah mengevakuasi para santri ke tiga tempat untuk dilakukan karantina. Yakni di Balai Diklat Baturraden, Pondok Slamet dan Wisma Wijayakusuma.


"Balai Diklat milik pemkab, Pondok Slamet kami pinjam dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Wisma Wijayakusuma merupakan milik TNI dan telah dipinjamkan juga. Ketiga tempat tersebut dipakai untuk para santri positif tanpa gejala," tmabah Wahyu.

Baca juga : Jumlah Kasus Positif di Klaster Perkantoran Setda Kudus Bertambah
Sementara, santri yang bergejala, mereka dirawat di sejumlah rumah sakit, di antaranya RSUD Margono Soekarjo, RSUD Banyumas
dan RS Siaga Medika. "Kondisi santri yang tanpa gejala, semuanya sehat. Dari total santri positif, 95% di antaranya tanpa gejala," lanjut sekda.


Dia menambahkan para santri dikarantina supaya tidak menulari pengurus dan kiai di pondok pesantren. Dari 328 santri yang positif, sudah 20 di antaranya dinyatakan sembuh. Mereka akan dijemput dan dikembalikan ke orangtua


"Bagi wali santri, tidak perlu khawatir. Pemkab bersama ponpes telah melakukan berbagai tindakan dan antisipasi. Mudah-mudahan, akan semakin banyak santri yang sembuh," tandasnya. (N-2)

BERITA TERKAIT