01 October 2020, 11:40 WIB

Tiga Proyek Strategis di Sumut Membuka Peluang Investasi


Apul Iskandar | Nusantara

INVESTASI merupakan salah satu komponen terpenting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Sekaligus membuka dan menciptakan lapangan kerja. Hal itu disampaikan oleh Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar, Edhi Rahmanto Hidayat saat sosialisasi Norh Sumatra Invest Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sekaligus penyerahan Token of Appreciation Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun RI di Pematangsiantar, Sumut, Kamis (1/10).

"Saat ini Provinsi Sumatra Utara merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di Indonesia. Selain itu, Sumut telah berhasil memposisikan diri sebagai penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi Sumatra dengan kontribusi sebesar 24,35 % pada triwulan II tahun 2020. Serta merupakan pintu gerbang wilayah barat Indonesia," kata Edhi.

Atas peluang tersebut, infrastruktur penunjang investasi terus dikembangkan oleh pemerintah pusat dan daerah. Di tingkat daerah, bersama unsur pemerintah daerah, BI terus berupaya mendukung pertumbuhan ekonomi melalui investasi.

Melalui organisasi lintas instansi yaitu North Sumatra Invest (NSI), pemerintah daerag tak henti menggali berbagai potensi yang ada di daerah. Di samping itu, NSI berupaya memberikan kemudahan bagi investor dalam hal perizinan usaha melalui digitalisasi perizinan.

"Beberapa concern utama investor atas kondisi iklim investasi di Indonesia yakni regulasi investasi (45 %), ketersediaan infrastruktur (20%), tenaga kerja (18%), kondisi sosial (7%), dan sebagainya (9%)", jelasnya.

Untuk memfasilitasi kebutuhan investor, NSI melakukan diseminasi data dan informasi melalui platform website dan brown book. Dalam brown book dan website NSI, yang dapat diakses melalui link www.northsumatrainvest.id. Saat ini data tersebut sudah memuat informasi 7(tujuh) proyek investasi clean and clear yang siap dipromosikan.

"Ada tiga  Proyek Strategis Nasional (PSN) yaitu Toba Caldera Resort, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kawasan lndustri Kuala Tanjung. Kemudian  4 (empat) proyek strategis daerah yaitu Rusnawa Terintegrasi Sei Mangkei, Sport Center, Jalur Kereta Api Siantar-Parapat, dan Light Rapid Transit (LRT) Mebidang", ungkapnya.

baca juga: PLN Minta Kepastian Pemkab Soal Hibah Tanah Pembangunan PLTS

Menurutnya proyek-proyek tersebut menjadi fokus pemerintah yang terus dikembangkan secara intensif. NSI berusaha mencari investor-investor terbaik untuk mencapai tujuan perekonomian berkelanjutan.

"Melalui sosialisasi ini terus digali potensi dan peluang investasi yang ada di daerah dan melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah di tingkat kabupaten/kota. Untuk menentukan daftar potensi proyek investasi yang layak ditawarkan kepada investor", ujar Edhi. (OL-3)

BERITA TERKAIT