01 October 2020, 10:54 WIB

Negara Tidak Boleh Kompromi Terhadap Kelompok Ingin Ubah Pancasila


Haryanto | Nusantara

NEGARA  diminta tidak ada kompromi terhadap pihak-pihak yang ingin mengganti ideologi bangsa Indonesia. Oleh karena itu jika ada pihak-pihak yang mengganggu Pancasila harus ditindak tegas.

"Pancasila selalu digoda setiap saat, selalu digoyang setiap saat. Negara harus tegas pada soal itu, ndak boleh ada kompromi," kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo  usai mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila secara virtual di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kamis (1/10).

Selain upaya menangkal paham yang ingin menyerang Pancasila, pemerintah lanjut Ganjar juga harus terus melakukan sosialisasi dan edukasi pada masyarakat. Cara dan metode yang digunakan juga harus memenuhi unsur kebaruan.

"Kalau dulu modelnya penataran, di ruang tertutup dan sifatnya klasikal, maka sekarang mesti dibuat yang lebih menarik. Dengan video, dengan pemanfaatan media sosial dan lainnya," jelasnya.

Apalagi, media sosial saat ini sudah digempur dengan banyak isu yang melawan Pancasila. Untuk itu saatnya mengisi media sosial dengan isu-isu Pancasila agar masyarakat bisa mendapatkan inspirasi untuk berbuat baik.

"Ya isu gotong royong, tolong menolong, menghormati perbedaan alias toleransi dan lainnya. Yang begini-begini ini harus memenuhi semua media, termasuk media sosial," tegasnya.

baca juga: Tim Siber Polda Jambi Awasi Ketat Kampanye Pilkada di Medsos

Tak hanya pemerintah, masyarakat lanjut Ganjar juga diminta tetap menjaga kesaktian Pancasila. Siapa pun masyarakat, dari generasi apa pun harus terus melakukan sosialisasi dan edukasi tentang Pancasila kepada masyarakat.

"Tak hanya sosialisasi, tapi juga harus dibumikan melalui contoh dan teladan yang baik. Misalnya saat pandemi ini, mari kita amalkan nilai-nilai Pancasila dengan menolong sesama, gotong royong demi kemanusiaan yang adil dan beradab," pungkasnya.(OL-3)
 

BERITA TERKAIT