01 October 2020, 09:05 WIB

UMKM Diminta Bertahan, Pengamat : Bantuin Cashflow Mereka


Despian Nurhidayat | Ekonomi

PRESIDEN Joko Widodo baru saja meminta seluruh pelaku UMKM untuk terus bertahan di tengah pandemi. Meskipun omzet harian yang diperoleh merekan menurun drastis, usaha harus tetap berjalan.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan bahwa saat ini memang pelaku UMKM sangat ingin bertahan di kondisi pandemi. Namun, jika UMKM tidak diberikan bantuan, akan ada banyak UMKM yang tidak bisa bertahan.

"Tidak cukup dengan hanya himbauan. UMKM yang menggeluti bidang kuliner misalnya, nggak bisa buka, nggak ada uang masuk, berapa lama mereka bisa tahan merugi? Kalau berbulan-bulan ya sudah pasti bangkrut, tutup. Kecuali ada bantuan, utamanya bantuan cashflows. Ada bantuan uang masuk atau bantuan mengurangi pengeluaran. Saya kira bantuan mengurangi tekanan cashflows ini masih minim untuk dunia usaha termasuk UMKM," ungkapnya kepada Media Indonesia, Rabu (30/9).

Piter mengakui bahwa pemerintah memang telah menggelontorkan berbagai macam stimulus untuk membuat UMKM bertahan. Namun, stimulus seperti restrukturisasi dirasa tidak akan efektif diberikan kepada UMKM.

"Restrukturisasi kredit adalah bantuan kepada dunia usaha yang memiliki utang kepada lembaga keuangan dalam mengurangi beban cashflows ditengah pandemi, termasuk juga UMKM. Tetapi restrukturisasi kredit saja tidak cukup. Apalagi untuk UMKM yang tidak punya utang kepada lembaga keuangan. Mereka tidak terbantu oleh restrukturisasi kredit," kata Piter.

Piter menyarankan akan lebih baik jika pemerintah mengutamakan bantuan lansung untuk mengatasi permasalahan cashflow pelaku UMKM. Program Banpres Produktif Usaha Mikro contohnya, menjadi salah satu hal yang tepat untuk dilakukan.

Meskipun demikian, dia menegaskan bahwa bantuan langsung harus diberikan tepat sasaran. Pemerintah harus betul-betul melakukan identifikasi untuk permasalahan tersebut.

"Saya kira bantuan langsung tepat dilakukan, mereka utamanya kesulitan dari sisi cashflow. Tetapi memang harus tepat sasaran, yang dibantu adalah yang benar-benar mengalami kesulitan. Identifikasi ini yang sulit," pungkasnya. (E-1)

BERITA TERKAIT