01 October 2020, 08:16 WIB

Neymar Miliki Utang Pajak Rp603 Miliar di Spanyol


Basuki Eka Purnama | Sepak Bola

PENYERANG Paris Saint-Germain Neymar memiliki utang pajak terbesar di antara mereka yang masuk daftar hitam otoritas pajak Spanyol yaitu sebesar 34,6 juta euro (sekitar Rp603 miliar). Hal itu terungkap dalam data resmi yang dirilis Rabu (30/9).

Pemain Brasil yang bermain untuk Barcelona antara 2013 dan 2017 sebelum hijrah ke PSG seharga 222 juta euro, termahal sepanjang sejarah, memuncaki daftar ribuan nama pengemplang pajak yang dirilis di laman daring kantor pajak Spanyol.

Media massa Spanyol, tahun lalu, melaporkan bahwa otoritas pajak Spanyol memburu Neymar atas tuduhan penipuan fiskal sejak dia bergabung dengan Barcelona. Namun, ini adalah kali pertama berita itu bisa dikonfirmasi.

Baca juga: Cedera, Bale tidak Masuk Timnas Wales

Otoritas pajak Spanyol menolak mengatakan apakah keberadaan Neymar dalam daftar pengemplang pajak itu terkait dengan kepindahannya ke Barcelona dari klub Brasil Santos pada 2013.

Namun, kantor pajak Spanyol mengatakan Neymar berada di puncak daftar pengemplang pajak karena sejumlah kriteria termasuk gagal memenuhi tenggat untuk membayar utang pajaknya.

Menurut media massa Spanyol, otoritas pajak Spanyol tengah menyelidiki dua transfer Neymar yaitu kedatanganya ke Camp Nou dari Santos pada 2013 serta kepindahannya ke PSG, empat tahun kemudian.

Barcelona mengatakan mereka membayarkan 57,1 juta euro kepada Santos namun kantor pajak Spanyol menyebut nilai transfer Neymar sebenarnya adalah sebesar 83,3 juta euro.

Pesepak bola lain, seperti mantan penyerang Real Madrid Cristiano Ronaldo dan bintang Barcelona Lionel Messi, juga pernah memiliki masalah dengan kantor pajak Spanyol.

Pada Januari 2019, Ronaldo, yang kini bermain di Juventus, diganjar hukuman percobaan dua tahun karena mengemplang pajak saat bermain di El Real.

Penyerang Portugal itu juga diharuskan membayar denda sebesar 18,8 juta euro.

Adapun Messi membayar denda sebesar 2 juta euro pada 2016 karena mengemplang pajak dan divonis hukuman percobaan 21 bulan. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT