01 October 2020, 07:29 WIB

196 Sumur Minyak di Blora Kini Dikelola BUMD


Akhmad Safuan | Nusantara

SEBANYAK 196 sumur minyak tua di Desa Ledok, Kecamatan Sambong , Kabupaten Blora dikelola bersama antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Blora Patra Energi (BPE) dengan Perkumpulan Penambang Minyak Sumur Timba Ledok (PPMSTL). Sumur-sumur tua ini selama ini digarap oleh 64 kelompok penambang. Mereka mengelola sumur tua peninggalan Belanda dengan cara ditimba kemudian disetor ke Pertamina lewat tangki-tangki minyak.

Setelah bertahun-tahun lamanya dikelola oleh perkumpulan penambang tradisional di bawah pengawasan Pertamina, kini ladang sumur minyak tua di Desa Ledok mampu berproduksi hingga 9 juta liter tahun 2019. Adapun pengelolaannya dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Blora yakni PT Blora Patra Energi (BPE) dengan hasil tambang minyak tetap dijual kepada Pertamina.

"Pengajuan permohonan pengelolaan sumur minyak tua di lapangan Ledok ke Kementerian ESDM RI sudah cukup lama.Prosesnya berjalan sejak 2017 dan baru sekarang terlaksana," kata Direktur Utama PT BPE Christian Prasetya, Rabu (30/9).

Setelah hak kelola diterima, maka 196 sumur minyak yang ada di Desa Ledok tersebut dikerjasamakan dengan 64 kelompok yang tergabung dalam Perkumpulan Penambang Minyak Sumur Timba Ledok untuk kemudian dapat dikelola bersama dengan sistem bagi hasil.

Bagi hasil yang diterapkan dari hasil penjualan minyak mentah ke Pertamina tersebut 77 persen diberikan kepada penambang dan sisanya untuk BUMD Blora. 

"Para penambang akan diberihan fasilitas BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan," lanjut Christian.

Dalam pengelolaan sumur minyak tua ini, PT BPE berhasil meraih penghargaan terbaik di bidang produksi minyak terbaik karena menerapkan Health Safety Security Environment (HSSE) dari PT Pertamina.

baca juga: Pemerintah Gelontorkan Bansos Beras Untuk 10 Juta KPM 

Bupati Blora Djoko Nugroho mengatakan dengan ditandatanganinya kerja sama antara BUMD Blira yakni PT BPE dengan perkumpulan penambang di Lapangan Ledok diharapkan daoat memberikan kontribusi lebih besar kepada Kabupaten Blora. Baik itu untuk kepentingan rakyat Blora maupun penambang itu sendiri. 

"Produksi dihasilkan dari sumur minyak tua di Desa Ledok ini. Meskipun ditambang secara tradisional cukup besar, bahkan potensi masih bisa ditingkatkan lagi tahun-tahun ke depan," kata Djoko Nugroho.

Tahun ini produksi minyak mentah periode Januari-Agustus menghasilkan 6 juta liter. 

"Saya optimistis hasilnya tahun ini akan lebih besar dari tahun sebelumnya," tambahnya. (OL-3)


 

BERITA TERKAIT