01 October 2020, 06:39 WIB

Putin dan Macron Minta Pertempuran di Karabakh Dihentikan


Basuki Eka Purnama | Internasional

PRESIDEN Rusia Vladimir Putin dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan penghentian total pertempuran di Karabakh. Kedua pemimpin dunia tersebut pun siap meningkatkan upaya diplomatik untuk membantu menyelesaikan konflik.

"Vladimir Putin dan Emmanuel Macron meminta pihak yang bertikai menghentikan tembakan sepenuhnya dan secepat mungkin, mengurangi ketegangan, dan menahan diri," kata Kremlin dalam sebuah pernyataan.

Dalam percakapan telepon yang merupakan inisiatif Macron itu, kedua pemimpin itu membahas parameter konkret untuk kerja sama lebih lanjut, pertama dan terutama dalam kerangka OSCE Minsk Group.

Baca juga: Nagorno-Karabakh Terus Memanas

Kedua pemimpin itu menyatakan kesiapan mereka untuk melihat pernyataan yang dibuat atas nama ketua bersama Minsk Group--Rusia, Prancis dan Amerika Serikat (AS)--yang akan menyerukan diakhirinya segera pertempuran dan dimulainya pembicaraan.

Putin juga mengatakan kepada Macron bahwa setiap upaya mencampuri urusan negara ketiga tidak bisa diterima ketika keduanya membahas Belarus.

Putin mencatat, kata Kremlin, posisi Rusia bahwa setiap upaya mencampuri urusan dalam negeri negara berdaulat dan tekanan dari luar terhadap otoritas yang sah tidak bisa diterima.

Pembicaraan melalui sambungan telepon antara kedua pemimpin itu dilakukan setelah Macron bertemu pemimpin oposisi Belarus Svetlana Tikhanovskaya di Vilnius, Selasa (29/9). Namun, pernyataan Kremlin tersebut tidak menyebutkan mengenai pertemuan itu.

Di Belarus telah terjadi aksi protes selama berminggu-minggu setelah pemilihan yang menyatakan Alexander Lukashenko sebagai pemenang, tetapi pihak oposisi mengatakan ada kecurangan. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT