01 October 2020, 04:13 WIB

Isolasi bagi OTG mulai Masif


Insi nantika Jelita | Politik dan Hukum

PROPORSI pasien positif covid-19 yang didominasi oleh orang tanpa gejala (OTG) membuat pemerintah terus mengimplementasikan kebijakan khusus untuk menangani mereka.

OTG pun diperlakukan sebagai kelompok yang membahayakan orang lain, khususnya kelompok masyarakat yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Jika tertular covid-19 dari OTG, individu dengan penyakit komorbid akan berisiko mengalami gejala berat dan kritis.

Pilihan kebijakan terbaru untuk menangani mereka ialah tidak memberikan opsi bagi OTG untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. Isolasi pun harus dilakukan di tempat yang disediakan oleh Pemerintah.

Isolasi bagi OTG yang semula dilakukan terpusat di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, pun kini mulai masif dilakukan di wilayah lain.

Dalam kaitan itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengungkapkan pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan telah mendayagunakan hotel sebagai fasilitas isolasi bagi pasien OTG. Hal itu dilakukan agar OTG tidak melakukan isolasi mandiri di rumah guna mencegah penularan terhadap keluarga terdekat ataupun lingkungan lebih luas.

Sebanyak 30 hotel di wilayah DKI Jakarta telah direkomendasikan oleh PHRI. Anggaran Rp100 miliar pun disiapkan hingga Desember 2020. Per 28 September 2020, dilaporkan sudah 213 pasien OTG menjalani isolasi di dua hotel berbeda di Ibu Kota.

“Kami telah melakukan verifikasi terhadap hotel-hotel yang akan dijadikan tempat isolasi bagi kasus konfirmasi covid-19 tanpa gejala maupun gejala ringan sesuai protokol kesehatan,” kata Wishnutama, Selasa (29/9).

Bukan hanya hotel, program isolasi bagi OTG juga bakal diselenggarakan di Islamic Center. Salah satunya di Jakarta Islamic Center (JIC).

Kepala Seksi Pemanfaatan Sarana dan Prasarana JIC, Miftahul Huda, mengatakan pihaknya telah melakukan persiapan agar Gedung JIC optimal sebagai fasilitas isolasi bagi OTG. “JIC siap menjadi tempat isolasi. Saat ini JIC memiliki wisma 11 lantai dengan 133 kamar dan 278 beds,” kata Miftahul di Jakarta, Rabu (30/9).

Berbagai daerah

Sejumlah pemerintah daerah dilaporkan juga mulai aktif menangani OTG secara masif dengan menyiapkan fasilitas isolasi bagi mereka.

Kabupaten Cirebon bahkan ber- upaya menyewa penginapan sekalipun kesediaan tempat tidur untuk pasien covid-19 di wilayah itu masih
mencukupi. Hal itu ditegaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni, kemarin.

Pemerintah Kota Surakarta, Jawa Tengah, pun telah menyediakan sebanyak 200 tempat tidur di RSUD Bung Karno Solo, khusus untuk menangani atau menampung warga terkonfirmasi positif covid-19 yang masuk kategori OTG.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Panjaitan, menyatakan untuk menangani OTG, pemerintah akan membangun pusat-pusat karantina dan isolasi untuk pasien covid-19 kategori OTG dan gejala ringan di kota-kota dengan kasus tertinggi di 8 provinsi. (Put/UL/Ant/X-6)

BERITA TERKAIT