01 October 2020, 05:40 WIB

Buntu Kunik Bandara Pembuka Objek Wisata


LN/RF/DW/GL/N-3 | Nusantara

PEMBANGUNAN insfrastruktur tidak pernah berhenti. Di Sulawesi Selatan, selain di Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar, percepatan pembangunan juga dilakukan di Bandara Buntu Kunik, di Tana Toraja.

“Oktober ini, Bandara Buntu Kunik akan diresmikan Presiden Joko Wi­dodo. Mulai 28 Agustus lalu, bandara sudah melayani penerbangan komersial empat kali seminggu,” kata Gubernur Nurdin Abdullah saat melihat berkunjung ke Tana Toraja, kemarin.

Bandara baru itu, menurut dia, dibangun berkat sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat. “Bandara ini akan mendekat­kan masyarakat pada pelayanan transportasi. Toraja juga dikenal sebagai daerah tujuan wisata andalan di Sulsel sehingga kehadiran bandara akan berdampak pada kunjungan wisatawan.”

Selama ini, menuju Tana Toraja dari Makassar dilakukan dengan perjalanan darat dan memakan waktu 9 jam. Adanya bandara memperpendek waktu menjadi hanya 40 menit.

Bandara itu dibangun pada 2011, tetapi proyek berhenti karena terkendala lahan. Pada 2018, pemba­ngunannya dilanjutkan.

Buntu Kunik memiliki panjang landasan 1.600 meter dan bisa didarati pesawat jenis ATR. Luas terminal mencapai 1.000 meter persegi.

Dalam kunjungannya itu, Nurdin mengharapkan panjang landasan bisa ditambah menjadi 2.500 meter.

“Supaya bisa didarati Boeing 373, private jet, dan melayani penerbang­an langsung Bali-Toraja atau  Yogyakarta-Toraja,” ungkapnya.

Pjs Bupati Asri S Said menambahkan, Bandara Buntu Kunik sudah dilayani Wing Air dengan rute Ma­kassar-Toraja. “Sebentar lagi Citilink juga akan masuk.”

Gubernur Bangka Belitung Erzal­di Rosman Djohan juga tidak pernah berhenti mendorong pembangunan infrastruktur di wilayahnya terus dipercepat. Salah satunya pembangunan Kolong Kace yang diproyeksikan untuk menanggulangi ancaman banjir.

“Kolong Kace juga bisa dimanfaatkan untuk penyimpanan air, sekaligus ruang terbuka hijau. Saya berharap Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat se­gera merealisasikannya,” tambahnya.

Erzaldi pun menginginkan percepatan pembangunan jalan trans-Bang­ka dan trans-Belitung, serta jembatan Pilang di Belitung.

Di Musi Banyuasin, Sumatra Sela­tan, Bupati Dodi Reza juga terus berkonsentrasi membuat Kecamatan Lalan lebih berdaya.

Pada akhir 2019 lalu, soal listrik dan jalan poros di wilayah itu sudah dituntaskan.

Tahun depan, janji Dodi, pemkab akan membangun jalan poros barat-timur sepanjang 38,7 kilometer. “Jalan kabupaten ini juga akan di­lengkapi lampu tenaga surya sebanyak 1.200 unit.”

Elektrifikasi juga terus dikejar PT PLN di wilayah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.  Tahun depan, seperti diungkapkan Manajer PLN Flores Bagian Timur Saut Panjaitan, pihaknya sudah mengusulkan untuk penambangan jaringan di 74 dusun.

“Di tengah pandemi, kami tetap berusaha memberikan pelayanan bagi masyarakat,” tegas Saut. (LN/RF/DW/GL/N-3)

BERITA TERKAIT