01 October 2020, 05:30 WIB

Nadiem Serukan Refleksi Peringatan Kesaktian Pancasila


Wan/Ant/H-3 | Humaniora

Pancasila sebagai pusaka negara Indonesia harus menyala setiap hati dan terwujud dalam setiap perbuatan individu. Demikian disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim dalam pidato Hari Kesaktian Pancasila 2020 bertema Indonesia berlandaskan Pancasila,  yang ditayangkan secara daring di Jakarta, kemarin.

Nadiem menjelaskan pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan refleksi diri.

“Kita mengenal Pancasila sebagai falsafah negara kita. Ideologi bangsa kita. Kita mengenal Pancasila sebagai akar yang menyambung masa lalu  dan masa depan,” kata Nadiem.

Ia menambahkan pada masa pandemi seperti saat ini, terasa sulit melihat sisi positif dari bencana yang melanda. Namun, justru pada saat sulit, sila-sila Pancasila terlihat jelas mendarah daging pada masyarakat.

“Kalau kita melihat sekeliling dengan lebih peka, kita bisa melihat pahlawan Pancasila yang menyalakan lilin-lilin kemanusiaan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Nadiem mengatakan Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat sejarah dan betapa besar pengorbanan nenek moyang untuk bangsa. Nilai-nilai Pancasila sudah seharusnya mendarah daging di generasi saat ini.

Sebelumnya, Nadiem telah mengeluarkan surat edaran terkait penyelenggaraan Upa­cara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, yang ditandatangani Senin (28/9).

“Menteri, pimpinan lembaga negara/instansi pusat, beserta pimpinan tinggi madya atau sederajat wajib mengikut Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang dilaksanakan di Monumen Pancasila Sakti, Jakarta, secara virtual,” kata Nadiem. Surat tersebut juga berisi imbauan untuk mengibarkan bendera setengah tiang, kemarin dan satu tiang penuh pada hari ini. (Wan/Ant/H-3)

BERITA TERKAIT