01 October 2020, 01:18 WIB

Pengusaha Kena Pajak Diimbau Gunakan E-Faktur 3.0


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

DIREKTUR Teknologi Informasi dan Komunikasi Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Iwan Djuniardi mengimbau Pengusaha Kena Pajak (PKP) menggunakan e-faktur 3.0 untuk pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Sebab, mulai Oktober 2020 pelaporan SPT masa PPN dengan skema comma separated value (CSV) melalui DJP online tidak dapat dilakukan lagi oleh PKP yang melapor masa pajak September 2020.

"E-faktur versi 3.0 berbeda dengan versi sebelumnya, yang baru ini laporan SPT masa dan sistem e-faktur menjadi satu. Jadi tidak ada lagi upload-upload CSV," ujarnya dalam diskusi virtual, Rabu (30/9).

Iwan menambahkan, sistem e-faktur akan berlaku efektif mulai 5 Oktober 2020. Di saat yang sama pula pelaporan SPT masa PPN melalui DJP online akan ditutup.

Kendati demikian, PKP maupun wajib pajak yang ingin melaporkan SPT masa PPN Agustus dan bulan sebelumnya, masih dapat melaporkan SPT melalui DJP online.

Baca juga : Kemenperin Beri Insentif Fiskal ke Industri Hijau

Iwan bilang, Ditjen Pajak telah mengirimi surat elektronik (surel) berisi pemberitahuan ihwal e-faktur 3.0 kepada 542 ribu PKP. Dengan surel itu diharapkan PKP memahami tujuan dibuatnya e-faktur ialah untuk memudahkan pelaporan SPT masa PPN.

Di kesempatan yang sama, Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Hestu Yoga Saksama mengatakan, surel yang disebarluaskan kepada PKP telah mencakup keseluruhan informasi yang dibutuhkan terkait e-faktur 3.0.

"Kami kemarin sudah mengirimkan email kepada 542 ribu PKP untuk mengingatkan mengenai e-faktur. Agar mereka mempersiapkan diri men-download aplikasi yang baru dan melakukan hal-hal yang diperlukan agar besok berjalan dengan lancar," imbuh dia.

"Kami sudah beberapa kali melakukan sosialisasi dengan PKP, asosiasi dan lainnya termasuk konsultan pajak. Dalam email kami sebutkan juga tata cara dan termasuk bila ada masalah siapa yang bisa dihubungi ada di email itu semua," pungkas Hestu. (OL-7)

BERITA TERKAIT