01 October 2020, 05:00 WIB

Gaya Hidup Masa Depan Utamakan yang Berkelanjutan


Ata/H-1 | Humaniora

VISI gaya hidup masyarakat ke depan sudah seharusnya mengarah pada prinsip sustainable atau berkelanjutan yang jika tidak dilakukan dapat menyebabkan bencana lingkungan. Salah satunya ialah tidak meng­onsumsi barang-barang kebutuhannya yang mengandung unsur plastik berlebihan.

“Kalau kita tidak berpikir sustainability, mungkin kehidupan bisa shut down karena memang terjadi persoalan-persoalan lingkungan atau menyebabkan terjadinya bencana lingkung­an,” kata Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Novrizal Tahar pada acara konferensi pers virtual Garnier Green Beauty di Jakarta, kemarin.

Prinsip gaya hidup keberlanjutan, menurut dia, sudah menjadi visi dari Indonesia dan salah satu gaya hidup berkelanjutan. KLHK juga sudah mengeluarkan Peraturan Menteri LHK Nomor P.75/MenLHK/Setjen/Kum.1/10/2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen.

Di peta jalan tersebut mengatur tiga jenis produsen yaitu manufaktur, ritel serta jasa makanan dan minuman untuk pengurangan sampah produk atau kemasan berbahan plastik, alumunium, kertas, dan kaca.

Dalam kesempatan itu, Novri­zal memuji langkah Garnier untuk mengurangi, memilah dan mendaur ulang sampah dengan skema sistem penjemputan secara online dan offline. Ia berharap langkah tersebut menjadi inspirasi dan stimulan bagi produsen lain untuk mengurangi sampah produk atau kemasan mereka.

Selain perusahaan, ia juga mendorong perubahan dalam perilaku konsumen karena yang dilakukan konsumen dapat memengaruhi produsen untuk memilih visi yang berkelanjutan.

General Manager Consumer Products Division L’Oreal Indonesia, Manashi Guha pada acara tersebut menjelaskan upaya mendaur ulang sampah dengan sistem online dan offline ini akan menjadi pedoman untuk mengedukasi dan membantu konsumen memiliki pilihan yang berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Sekaligus memberikan dampak positif bagi masa depan Indonesia.(Ata/H-1)

BERITA TERKAIT