01 October 2020, 03:50 WIB

PBSI Harus Hapus Jawa Sentris


MI | Olahraga

SEIRING bakal berganti kepengurusan organisasi bulu tangkis nasional, pada Oktober ini, harapan perubahan pun bergema. 

Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) diharapkan mampu meningkatkan prestasi bulu tangkis di seluruh penjuru Tanah Air. Hal itu menjadi harapan yang mencuat pada diskusi webinar yang digagas Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) PWI DKI Jakarta bertajuk Mencari Figur Tepat Ketua Umum PBSI, kemarin.

Ketua Pengprov PBSI Aceh Nahrawi Noerdin, yang menjadi salah satu pembicara, menanggapi bakal bergantinya kepengurusan Ketua Umum PBSI di bawah Wiranto yang masa tugasnya berakhir bulan ini. 

“Di pengurusan mendatang, kita sangat mengharapkan adanya upaya sungguh-sungguh untuk kebijakan desentralisasi sehingga prestasi atlet merata di seluruh Tanah Air. Pelatnas pun diharapkan dapat dijalankan di daerah agar menghilangkan pendekatan Jawa sentris,” jelas Nahrawi.

Selain itu, kepengurusan mendatang diharapkan memiliki mindset untuk membangun bulu tangkis secara nasional dan bukan hanya wilayah asal mereka seperti saat ini. Regenerasi pun harus ada di kepemimpinan, jangan hanya orangdi lingkaran yang sama, tetapi harus juga dari generasi muda.

Nahrawi juga menyatakan agar nantinya tidak ada cara pengondisian dalam proses pemilihan calon ketua tunggal hingga bersifat aklamasi. Menurutnya, ini bukan soal kalah menang, melainkan lebih ke sportivitas dan fair di ajang pemilihan.

Mantan pemain tunggal putri Yuni Kartika menyorot mengenai empat hal yang paling penting harus ada di calon ketua PBSI. Mulai passion akan bulu tangkis sebagai suatu yang wajib, mampu menata organisasi, punya waktu hadir di tengah atlet, serta bisa mencari dana.

Fokus ketua umum PBSI, lanjut Yuni, nantinya harus memikirkan peningkatan kualitas atlet dan perbaikan sistem pengembangan atlet di setiap daerah sebab hasil akhirnya ialah kualitas atlet apakah sesuai dengan standar internasional atau tidak.

Mantan pemain Joko Suprianto dan pengamat bulu tangkis Broto Happy mengharap hadirnya banyak calon. Menurut Broto, pengprov yang memiliki hak suara dapat memilih dengan baik dan bukan memilih kucing dalam karung. (Dro/R-2)

BERITA TERKAIT