01 October 2020, 01:00 WIB

Bea Cukai Lakukan 27 Penindakan Jual Minol Secara Daring


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan

PENGAWASAN terhadap peredaran minuman beralkohol (minol) secara daring gencar terus dilakukan oleh Bea Cukai di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Seksi Humas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Pusat, Sudiro, mengatakan Bea Cukai telah melakukan 27 penindakan penjualan minol secara daring selama tahun 2020.

Baca juga: Wagub DKI: Perda Covid-19 Mencakup Keringanan Pajak

"Penanganan perkara dilakukan penelitian lebih lanjut dengan hasil pemeriksaan memiliki legalitas NPPBKC dan sedang proses pendaftaran hak merek di Ditjen HAKI," ujar Sudiro, kepada Media Indonesia, Rabu (30/9).

Bea Cukai tetap melakukan pengawasan secara targeting dengan mengedepankan informasi intelijen serta selalu memperhatikan protokol kesehatan.

Dalam upaya menekan penjualan minol daring di tengah pandemi, Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Sumatera melakukan 2 tindakan dan menyita 1.262 liter minol dengan estimasi harga Rp683 juta.

Sementara KPPBC Denpasar menjadi yang paling sibuk usai melakukan penindakan sebanyak 16 kali di sepanjang tahun 2020.

"KPPBC Surakarta, KPPBC Bitung, dan KPPBC Luwuk masing-masing melakukan 2 tindakan selama 2020," tuturnya.

Namun, Sudiro tak dapat membeberkan data pelacakan penjualan minol daring secara rinci lantaran data bersifat confidential (rahasia).

"Setahu saya data pelacakan penjualan minuman keras secara daring itu confidential ya," ungkapnya.

Seperti diketahui, Media Indonesia menemukan penjualan minol oplosan secara daring oleh Resto Holywings yang operasinya terbatas karena pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Baca juga: Dokter Tersangka Kasus Aborsi Meninggal Bukan karena Covid-19

Kepala Sub Direktorat (Kasub dit) Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Haryo Limanseto menilai minol oplosan yang tertuang dalam kemasan yang baru bukan lagi berkategori barang penjual eceran.

“Karena merek baru, harus terdata lagi di kami. Berapa mili komposisinya, campurannya apa saja, karena kita saling mengikat dengan Kementerian Perdagangan dan BPOM,” tuturnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT