01 October 2020, 04:00 WIB

Jawa Tengah Menuju Sekolah Luar Jaringan


HT/AD/LD/N-2 | Nusantara

PERLAHAN, tapi pasti, simulasi belajar mengajar tatap muka dilakukan di Jawa Tengah. Sasaran awalnya di tujuh sekolah menengah atas.

Kemarin, Ganjar Pranowo, sang gubernur, memastikan simulasi itu berjalan sukses. Ia pun berencana menambah jumlah siswa yang bisa datang ke tujuh sekolah itu. Jumlah sekolah baru juga akan ditambah mulai Oktober.

“Kami sudah evaluasi dan hasilnya cukup baik. Program ini mendapat dukungan 97,4% orangtua, pelaksanaan protokol kesehatan berjalan 95%, serta 82% komunikasi antara orangtua dan guru berjalan baik. Harus diperbaiki karena kami ingin mencapai 100%,” ujar Ganjar, kemarin.

Dengan evaluasi yang menunjukkan hasil baik itu, dia memutuskan akan kembali melanjutkan simulasi tatap muka. “Beberapa sekolah lain juga kami persiapkan untuk melaksanakan simulasi ini. Selain sekolah negeri, ada juga sekolah swasta, yakni SMA Pradita Dirgantara Boyolali dan SMA Taruna Nusantara.”

Ia memastikan simulasi itu sangat mempertimbangkan status zonasi daerah. “Jika sekolah itu masuk zona merah, ya, ditutup dulu. Jika  tempat tinggal siswa masuk zona merah, mereka yang dilarang ke sekolah.”

Sementara itu, di Tasikmalaya, Jawa Barat, penanganan pada klaster pondok pesantren dilakukan secara ketat. Sejumlah pondok yang santrinya terkonfirmasi positif covid-19 dilakukan karantina. Santri yang terjangkit diisolasi di lokasi yang sudah disediakan pemkot.  

“Tidak boleh ada yang keluar dan masuk pondok. Kebutuhan sehari-hari dipasok pemerintah kota,” tegas Kepala Dinas Kesehatan Uus Supangat.

Sementara itu, untuk pasien dari klaster pondok pesantren, keluarga, dan tenaga kesehatan, Pemkot Tasikmlaya sudah menyiapkan rumah susun sewa Universitas Negeri Siliwangi sebagai ruang isolasi.

Kesiapan ruang isolasi juga dilakukan Pemkab Banyumas, Jawa Tengah. Mewaspadai ruang isolasi di Balai Diklat Baturraden penuh, mereka menyiapkan dua lokasi, yakni Pondok Slamet milik Pemprov Jateng dan Wisma Wijayakusuma milik TNI.

“Ini harus kami lakukan karena jumlah kasus covid-19 terus meningkat,” kata Wakil Bupati Sadewo Tri Lastiono. (HT/AD/LD/N-2)

BERITA TERKAIT