01 October 2020, 03:15 WIB

Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 Mencapai 81%


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PENERAPAN pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid 2 diklaim berhasil menekan laju kasus covid-19 di Ibu Kota. Hal ini dibuktikan dengan angka kesembuhan pasien yang terus meningkat setiap harinya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, kemarin, menegaskan sejauh ini penanganan seluruh pasien korona sudah optimal. Pada 26 September, angka kesembuhan pasien ialah 55.350 orang dan meningkat sehari kemudian menjadi 56.413 orang. Jumlahnya kembali meningkat pada 28-29 September, yaitu 57.741 orang dan 58.865 orang.

“Angka kesembuhannya sudah luar biasa, sudah 80% lebih. Angka kematian menurun 2,3%. Jadi sembuh naik, kematian kecil. Itu artinya apa? Artinya pemprov bisa melaksanakan tugas dengan baik,” kata Riza.

Namun demikian, terang dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap memperpanjang PSBB jilid 2 yang dimulai pada 28 September hingga 11 Oktober mendatang. Menurutnya, pelandaian memang ada, tapi tidak signifi kan. Ia khawatir jika PSBB dilonggarkan, angka penularan akan kembali naik.

Senada disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia. Berdasarkan hasil tes PCR terhadap 7.523 orang yang dilakukan kemarin, terang dia, 953 orang dinyatakan positif terpapar dan 6.570 negatif.

Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta sampai saat ini sebanyak 12.317 (orang yang masih dirawat/isolasi), sedangkan jumlah kasus konfi rmasi secara total sebanyak 74.368 kasus. Secara keseluruhan, total orang dinyatakan sembuh sebanyak 60.320 (tingkat kesembuhan 81,1%) orang dan 1.731 orang meninggal dunia (2,3%). “Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 10,3%,” tukas Dwi.

Terkait dengan kasus kematian, tambah Riza, pihaknya telah mengerahkan sumber daya kesehatan yang mumpuni untuk menekan angka kematian. Upaya lain ialah dengan melakukan testing dan tracing yang semakin maksimal. “Kami akan terus lakukan pencermatan, penelitian. Kita akan tingkatkan, perbaiki terus penanganannya supaya angka kematian semakin menurun.”

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik setuju dengan wacana penerapan mini-lockdown di Jakarta. Menurutnya, konsep itu nantinya berfokus pada wilayah zona merah seperti cakupan RW.

“Secara faktual di DKI Jakarta pernah RW menutup diri. Kalau mau mini-lockdown, dipilah RW mana yang merah. Ini kan jadi jauh lebih terkontrol,” pungkasnya. (Put/Hld/J-2)

BERITA TERKAIT