30 September 2020, 22:43 WIB

Ini Langkah MRT Jakarta Cegah Stasiun Bawah Tanah Kebanjiran


Putri Ansia Yuliani | Megapolitan

PT MRT Jakarta melakukan sejumlah upaya persiapan guna mengantisipasi potensi banjir di musim hujan kali ini.

Dalam diskusi daring Forum Jurnalis MRT Jakarta yang berlangsung hari ini, Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan beberapa langkah sudah dilakukan sejak stasiun MRT bawah tanah dibangun yakni membuat pagar di pintu-pintu masuk stasiun gang otomatis yang akan naik dengan ketinggian tertentu.

"Pagar ini sudah pernah kita naikkan pada Januari lalu saat ada banjir cukup besar di Jakarta. Awalnya ini hanya ada di Stasiun Bundaran HI dan Dukuh Atas. Tapi kini sudah ada di seluruh stasiun bawah tanah," kata William dalam diskusi daring Forum Jurnalis MRT Jakarta, Rabu (30/9).

Sementara untuk mencegah genangan di sekitar Stasiun Istora, PT MRT Jakarta membuat tembok pembatas yang lebih tinggi hingga 50cm antara jalan dengan trotoar. Penyebabnya karena trotoar yang menjadi lokasi pintu masuk Stasiun Istora lebih rendah dibandingkan dengan permukaan Jalan Jenderal Sudirman.

Baca juga : Kejari Depok Selidiki Turap Sungai Sugutamu yang Longsor

"Lalu kita juga buat sodetan yang akan langsung mengalirkan genangan air dari jalan langsung ke daerah sekitar yang lebih rendah," terangnya.

Drainase-drainase yang berada di sepanjang jalur MRT Jakarta dari mulai Lebak Bulus hingga Bundaran HI juga selalu diperbaiki dan dikuras sedimentasinya agar dipastikan mampu menampung air hujan.

Di Stasiun Dukuh Atas, khususnya di jalur pejalan kaki mengarah ke pintu masuk stasiun, William juga membangun 'ramp' penahan air.

"Kita pastikan untuk mengantisipasi musim hujan kali ini lebih baik dari sebelumnya," tandasnya.(OL-7)

BERITA TERKAIT