30 September 2020, 19:40 WIB

Tugas Berat Menanti Ketua Umum PBSI Baru


Dero Iqbal Mahendra | Olahraga

BAGI masyarakat Indonesia bulu tangkis bukan hanya sekedar olah raga biasa, namun menjadi cabang olah raga yang selalu membawa nama baik bangsa di kancah internasional. Oleh sebab itu tugas Ketua Umum PBSI yang baru nanti tentunya berat untuk mendorong agar bulutangkis lebih berprestasi di Internasional.

Eks pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Yuni Kartika menyebutkan empat hal yang paling penting harus ada di calon ketua PBSI nantinya. Pertama, soal pasion akan bulutangkis sebagai suatu yang wajib.

Baca juga: Olimpiade Ditunda, PBSI akan Sesuaikan Dana Pelatnas

Selain itu Ketua Umum juga harus mampu menata organisasinya agar berfungsi dengan baik, karena PBSI tidak hanya soal pelatnas tetapi sistem yang bersinergi dari hulu ke hilir dengan ekosistem yang tidak boleh terputus. Termasuk didalamnya tiga pilar organisasi yakni pembinaan, kompetisi, dan organisasi.

"Ketua PBSI juga harus punya waktu dan kesempatan agar dapat hadir ditengah atlet, memberikan semangat hingga mengatur kinerja. Keempat harus bisa mencari dana untuk kebutuhan berbagai macam kegiatan, seperti memberangkatkan atlet ke luar negeri, mensponsori kompetisi yang ada, dan mengikuti kegiatan-kegiatan internasional," terang Yuni dalam diskusi webinar, Rabu (30/9).

Fokus Ketua Umum PBSI nantinya harus memikirkan peningkatan kualitas atlet dan berbaikan sistem pengembangan atlet di setiap daerah. Sebab output akhirnya adalah kualitas atlet apakah sesuai dengan standar internasional atau tidak.

"Ketua PBSI harus memikirkan kualitas atlet, kompetisinya berjalan oke, tapi standarnya sudah sesuai internasional belum? Misalnya tunggal putri secara prestasi belum maksimal, ini harus diperhatikan lebih matang lagi makanya ada pengembangan daerah dan sport science," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Pengprov PBSI Aceh, Nahrawi Noerdin mengharapkan agar nantinya tidak ada cara pengkondisian dalam proses pemilihan calon ketua tunggal hingga bersifat aklamasi. Menurutnya ini bukan soal kalah menang, tetapi lebih ke sportifitas dan fair di ajang pemilihan.

"Di pengurusan mendatang kita sangat mengharapkan adanya upaya sungguh-sungguh untuk kebijakan desentralisasi sehingga prestasi atlet merata di seluruh Tanah Air. Pelatnas pun diharapkan dapat dijalankan di daerah agar menghilangkan pendekatan Jawa sentris,"

Selain itu kepengurusan mendatang diharapkan memiliki mindset untuk membangun bulutangkis secara nasional, dan bukan hanya wilayah asal mereka seperti saat ini. Regenerasi pun harus ada di kepemimpinan, jangan hanya orang dilingkaran yang sama tetapi harus juga dari generasi muda.

Juara Dunia 1993, Joko Suprianto pun menyebut pentinya Ketua Umum nanti memiliki waktu untuk bisa all out di pengembangan bulutangkis. Selain itu harus memiliki akses untuk pendanaan, karena membutuhkan pendanaan yang luar biasa dengan sistem yang tidak terputus.

Senada, pengamat bulutangkis Broto Happy pun mengharapkan banyaknya calon yang akan bertarung di pemilihan nanti. Ia mengharapkan Pemprov yang memiliki hak suara dapat memilih dengan baik.

"Jangan juga ada praktik jual beli suara, ini memang seperti kentut, kita tahu tapi pembuktiannya sulit. Itu perbuatan yang tidak terpuji jangan sampai ada money politic harus bersih dari itu dan harus menjunjung sportifitas," pungkas Broto. (Dro/A-1)

BERITA TERKAIT