30 September 2020, 20:00 WIB

Hotspot Masih Bermunculan Meski NTT Diguyur Hujan


Palce Amalo | Nusantara

Hujan dengan intensitas rendah mulai turun di beberapa kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT), namun sebagian besar kabupaten masih dilanda kemarau dengan suhu berkisar 33-35 derajat celcius.

Baca juga: https://mediaindonesia.com/read/detail/339865-59-titik-hotspot-terpantau-di-ntt

Sesuai laporan BMKG Stasiun El Tari Kupang, Rabu (30/9), hujan dengan intensitas rendah hingga sedang turun di hampir seluruh wilayah Manggarai Barat mulai pukul 15.40-17.30 Wita.

Kepala Stasiun Klimatologi Lasiana Kupang, Apolinaris Geru mengatakan selama Dasarian III September 2020 wilayah NTT umumnya mengalami curah hujan dengan intensitas rendah

Sedangkan curah hujan intensitas menengah atau 51-150 milimeter pada Dasarian III September 2020 terjadi di Manggarai, Manggarai Timur dan sebagian kecil Ende.

"Pada Dasarian I Oktober 2020 curah hujan kurang dari 20 mm sebesar 50-100 persen. Sebagian kecil wilayah memiliki peluang curah hujan 21-50 mm sebesar 51-80 persen, sedangkan sebagian besar Kabupaten Manggarai memiliki curah hujan 51-100 mm sebesar 51-80 persen," ujarnya.

Di sisi lain, hotspot atau titik panas yang diduga akibat kebakaran hutan dan lahan masih bermunculan terutama di kabupaten di Pulau Sumba dan Timor.

BMKG mencatat 14 titik panas terpantau pada Selasa (29/9) di tujuh kabupaten, namun pada Rabu, titik paans berkurang menjadi 12, akan tetapi sebaran titik panas meluas di sembilan kabupaten.

Kabupaten yang terpantau terdapat titik panas ialah Alor, Belu, Ende, Kupang, Sumba Tengah, Sumba Timur, Timor Tengah Selatan dan Timor Tengah Utara. BMKG mengimbau warga mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan di wilyah yang saat ini masih dilanda kemarau panjang di Pulau Sumba, Rote, Sabu Raijua, Alor, dan Timor. (OL-12)

BERITA TERKAIT