30 September 2020, 17:52 WIB

Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 2021 Sentuh 5%


Andhika Prasetyo | Ekonomi

PEMERINTAH optimistis pertumbuhan ekonomi nasional pada 2021 bisa mencapai 5%.

Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, secara teori, tahun depan, Indonesia bisa dipastikan mengalami technical rebound atau kenaikan pertumbuhan setelah pada tahun sebelumnya mengalami penurunan yang cukup dalam.

Tentunya, hal tersebut bisa terjadi dengan adanya dukungan perbaikan konsumsi dan investasi secara gradual.

"Kita berharap kombinasi dari technical rebound dan perbaikan ekonomi secara gradual akan mengangkat pertumbuhan ekonomi kita. Itu yang menjadi basis pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kita perkirakan 5% di 2021," jelas Budi di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (30/9).

Sebagaimana diketahui, komposisi pertumbuhan ekonomi dipegang oleh konsumsi, investasi dan ekspor impor.

Mengingat kegiatan perdagangan antar negara sudah tidak bisa lagi diharapkan, pemerintah akan mengesampingkan ekspor impor dan fokus pada konsumsi serta investasi.

"Dalam kondisi seperti ini, perdagangan dunia nyaris berhenti. Jadi kita akan menggeser fokus kepada konsumsi," tuturnya.

Di Indonesia, peran konsumsi terhadap pertumbuhan ekonomi sangat krusial yakni mencapai 56%.

Pada kuartal kedua 2020, angka konsumsi turun sangat tajam hingga akhirnya ikut menyeret pertumbuhan ekonomi ke zona negatif.

"Semoga di kuartal-kuartal berikutnya sudah bisa naik. Karena namanya konsumsi kan masyarakat tetap makan setiap hari. Mungkin mereka sudah tidak beli baju, tidak beli yang fancy-fancy tapi kalau untuk kebutuhan sehari-hari, makan, minum kan tetap. Dari situ akan ada potensi peningkatan," paparnya.

Oleh karena itu, program-program yang bisa mendorong konsumsi masyarakat seperti jaring pengaman sosial akan terus diperkuat pada 2021.

"Kami mendapat mandat untuk memetakan program-program yang sudah sukses tahun ini, untuk kemudian disempurnakan dan diterapkan di tahun depan. Program yang sudah lancar dan sudah baik itu akan kami jalankan kembali. Mungkin ada beberapa program baru lagi. Intinya program-program itu tidak hanya recovery, tidak hanya jangka pendek tetapi juga transformasional untuk jangka panjang. Sifatnya fundamental," terang pria yang juga menjabat sebagai wakil menteri BUMN itu.

Selain jaring pengaman sosial, kebijakan-kebijakan lain seperti digitalisasi ekonomi, pemberdayaan UMKM, perbaikan data serta pendidikan menjadi beberapa program yang sudah dibidik untuk dikembangkan lebih jauh di 2021. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT