30 September 2020, 17:29 WIB

Liga Champions Masih Dibayangi Pandemi Covid-19


Akmal Fauzi | Sepak Bola

KURANG dari enam minggu, Bayern Muenchen meraih gelar Liga Champions musim lalu. Pengundian untuk babak penyisihan grup kompetisi tertinggi Eropa berikutnya siap digelar Kamis (1/10) waktu setempat.

Acara itu berlangsung di Kota Nyon, Swiss. Pada fase ini, ada potensi terjadi pertemuan sejumlah besar sejak babak awal. UEFA harus membatalkan pengundian di Athena dan memindahkan agenda tersebut di Nyon, Swiss. Namun, acara itu digelar tanpa tamu karena pandemi covid-19.

Ini bukti nyata bahwa pandemi covid-19 yang masih membayangi gelaran Liga Champions musim ini. Akan tetapi, kompetisi tampaknya terus berjalan.

Baca juga: Messi Tegaskan Akhiri Perselisihan dengan Barcelona

Bayern dinobatkan sebagai juara Eropa untuk keenam kalinya, setelah mengalahkan Paris Saint-Germain (PSG) di Estadio da Luz pada Agustus lalu. Bayern dan PSG akan berada di pot unggulan pertama. Tentunya bersama Liverpool, Real Madrid, Juventus, Porto, Zenit Saint-Petersburg dan Sevilla, pemenang Liga Europa.

Ada banyak pertandingan yang menarik karena Barcelona, Atletico Madrid, Chelsea, Borussia Dortmund dan kedua klub Manchester berada dalam pot kedua. Selain itu, Inter Milan yang musim lalu menjadi runner up Liga Italia masuk ke pot ketiga.

Baca juga: Lampard Belum Berniat Terjunkan Edouard Mendy

Ketika covid-19 terus mewabah, tampaknya sulit menggelar final seperti yang dijadwalkan di Istanbul pada Mei 2021, dengan stadion terisi penonton. "Kesehatan adalah prioritas nomor satu. Tetapi, kami ingin membawa harapan. Penggemar dan pemain adalah bagian penting dari sepak bola,” tutur Presiden UEFA Aleksander Ceferin.

Sejauh ini, UEFA memiliki sikap bahwa pertandingan akan dilakukan secara tertutup sampai pemberitahuan lebih lanjut. Jika terdapat klub dengan pemain positif covid-19, kompetisi dapat dilanjutkan selama masing-masing tim memiliki 13 pemain yang fit, termasuk satu penjaga gawang.

Penyisihan grup dimulai pada 20 Oktober, atau sebulan lebih lambat dari biasanya. Enam putaran pertandingan akan dikemas dalam delapan minggu, yakni hingga pertengahan Desember.(AFP/OL-11)

BERITA TERKAIT