30 September 2020, 16:51 WIB

Kota Malang Pacu Urban Farming


Bagus Suryo | Nusantara

PEMERINTAH Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, gencar melatih kaum muda untuk mengembangkan urban farming selama masa wabah covid-19. Praktik pertanian dan budi daya tanaman pangan di perkotaan itu merambah lima kecamatan daerah setempat.

"Urban farming untuk kemandirian pangan, mengatasi global warming, meningkatkan nasionalisme dan patriotisme," tegas Walikota Malang Sutiaji, Rabu (30/9).

Sutiaji menjelaskan pemanasan global kian memburuk. Selain itu, Indonesia belum bisa lepas dari belenggu impor khususnya pangan strategis. Karena itu Pemkot Malang mengajak kaum muda agar berkontribusi dalam mengatasi persoalan bangsa melalui urban farming.

Tujuannya agar ketergantungan pangan dari impor bisa diatasi. Kemandirian pangan pun bakal terwujud. Bahkan, urban farming menyatu dalam inovasi Malherb. Inovasi yang dikolaborasikan dengan perguruan tinggi dan UMKM melalui konsep pentahelix dalam menangani covid-19.

Dalam Malherb, lanjutnya, produk herbal berbasis rempah-rempah dikembangkan sebagai alternatif suplemen kesehatan masyarakat yang halal dan sesuai standar kesehatan.

"Selama masa pandemi covid-19 kalau terus tergantung dengan impor, maka kemandirian pangan sulit dicapai. Selain itu, meningkatkan patriotisme dan nasionalisme para pemuda sangatlah penting," imbuhnya.

Sutiaji mengungkapkan urban farming akan dikembangkan di 20 lokasi di tiap kecamatan sekaligus menambah areal yang sudah ada. Saat ini, urban farming yang ada sudah mencapai 57 lokasi menyatu dengan 88 kampung tangguh. Sebanyak 57 lokasi itu masing-masing 11 lokasi di Kecamatan Kojen, Blimbing dan Kedungkandang serta 12 lokasi di Kecamatan Lowokwaru.

Semua kampung lengkap dengan urban farming tanaman herbal sudah menguatkan ekonomi kelurga. Kini terealisasi seluas 1.014 hektare lahan sawah dan 1.748 lahan bukan sawah. Produksi padinya sebanyak 15.675 ton gabah kering giling, produksi ikan kolam sebanyak 118,81 ton dan ikan keramba 12,58 ton. (R-1)

 

BERITA TERKAIT