30 September 2020, 16:42 WIB

Petugas CCTV Lapas Tertidur saat Napi WN Tiongkok Kabur


Rahmatul Fajri | Megapolitan

POLISI memeriksa petugas Lapas Kelas I Tangerang yang memantau cctv saat narapidana warga negara Tiongkok Cai Changpan alias Cai Ji Fan kabur pada 14 September lalu.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan petugas yang memantau cctv itu mengaku sempat tertidur saat Cai Changpan kabur dari lapas. Pihaknya terus mendalami apakah ada kelalaian dari petugas atau keterlibatan orang dalam di balik mulusnya pelarian Cai Changpan itu.

"Petugas cctv yang ada di Lapas itu pada saat pemeriksaan dia sempat ketiduran pada saat itu. Ini masih kami dalami apakah ada kemungkinan keterkaitan adanya orang yang membantu dia melarikan diri masih kita lakukan penyelidikan," kata Yusri, ketika ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu (30/9).

Baca juga : Total Denda Pelanggar Protokol Covid-19 Capai Rp1,6 Miliar

Selain itu, Yusri mengatakan pihaknya juga memeriksa petugas yang bertugas menjaga dan patroli saat Cai Changpan yang merupakan narapidana narkoba dengan vonis hukuman mati itu bisa kabur. Ia mengatakan ada kejanggalan karena petugas terlambat mengetahui Cai Changpan kabur.

Cai Changpan diketahui kabur dari Lapas Kelas I Tangerang sekitar pukul 21.00 WIB. Petugas lapas baru mengetahui pelarian itu 11 jam kemudian.

"Ada 3 shift yang sudah kami temukan ada disitu. Shift pertama seharusnya mereka mengecek langsung kemudian shift kedua juga sama. Lalu, shift ketiga baru ketahuan bahwa yang bersangkutan melarikan diri," kata Yusri.

Lebih lanjut, Yusri mengatakan pihaknya terus mendalami dan memeriksa sejumlah saksi dari petugas Lapas dan rekan satu sel Cai Changpan yang berasal dari Singapura. Rekannya itu diduga membantu dan turut andil dalam pelariannya.

Yusri mengatakan masih mengumpulkan keterangan untuk memastikan penyebab petugas yang tidak mengetahui upaya Cai Changpan yang menggali lubang sepanjang 30 meter dalam 8 bulan terakhir.

"Mudah-mudahan kami bisa mengungkap semuanya. Para petugas yang memang atau ada kemungkinan pembantu yang melakukan karena beberapa kejanggalan-kejangglan yang kami temukan," kata Yusri. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT