30 September 2020, 15:35 WIB

Dispute Klaim Layanan Pasien Covid-19 hanya bisa Dua Kali


Atalya Puspa | Humaniora

KLAIM biaya perawatan pasien covid-19 terus dipercepat untuk tetap menjaga cashflow (arus kas) dan mutu layanan rumah sakit. Salah satu masalah yang mendapat sorotan Kementerian Kesehatan adalah penyelesaian dispute.

"Dispute hanya diperbolehkan 2 kali untuk 1 (satu) nomor pengajuan klaim dan diberikan waktu maksimal 7 (tujuh) hari kalender sejak dinyatakan dispute bagi rumah sakit untuk melengkapi berkas yang dipersyaratkan," tegas Plt Dirjen Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan Kadir, Rabu (30/9).

Dispute klaim adalah ketidaksepakatan antara BPJS Kesehatan dengan fasilitas kesehatan atas klaim tersebut berdasarkan berita acara pengajuan klaim. Ada dua jenis dispute, koding dan medis.

Seperti diketahui, prosedur klaim dimulai dari pengajuan klaim oleh rumah sakit, pengajuan tersebut kemudian diverifikasi oleh BPJS Kesehatan, Kemenkes, dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

Apabila terjadi dispute maka BPJS Kesehatan akan memverifikasi lagi klaim yang diajukan setelah rumah sakit melakukan perbaikan terhadap kelengkapan syarat yang dipersyaratkan.

Jika masih dispute (yang kedua kali) maka hasil verifikasi dispute tersebut ditarik lagi secara otomatis oleh Kemenkes untuk dilakukan penetapan dispute penyelesaian).

Penetapan dispute oleh Yankes dengan status diterima/dibayar atau status ditolak akan dilakukan penyesuaian pada status klaim di BPJS Kesehatan secara otomatis. (H-2)

BERITA TERKAIT