30 September 2020, 15:08 WIB

Tiga Hari Kedepan, Gelombang Tinggi Ancam Perairan Indonesia


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada Rabu (30/9) hingga Jumat (2/10).

Kepala bidang Humas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Taufan Maulana, menjelaskan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya dari Tenggara - Barat Daya dengan kecepatan angin 5 - 25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan P. Enggano, Perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Banten dan Laut Arafuru

"Kondisi tersebut mengakibatkan peningkatan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter yang berpeluang terjadi di beberapa perairan," kata Taufan dalam keterangannya, Rabu (30/9).

Gelombang itu terjadi seperti di Selat Malaka bagian utara, Laut Jawa, Perairan selatan Kalimantan, Selat Makassar bagian selatan, Perairan selatan P. Sumba, Perairan P. Sawu - Laut Sawu, Perairan selatan P. Flores, Perairan Rote - Kupang, Laut Timor, Laut Flores, Perairan Kep. Selayar, Perairan Manui - Kendari, Laut Flores bagian timur, Perairan Bau-Bau dan Wakatobi.

Perairan selatan Kep. Bangga I - Sula, Perairan selatan P. Buru - Seram, Laut Banda, Laut Seram bagian timur, Perairan Kep. Kei - Aru, Perairan Kep. Sermata - Kep. Babar, Kep. Perairan Amamapare, Perairan Fak-Fak dan Kaimana, Perairan Yos Sudarso.

Baca juga : 1.356 RS Telah Ajukan Klaim Pelayanan Pasien Covid-19

Kemudian, gelombang yang lebih tinggi kisaran 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di beberapa perairan Indonesia lainnya, di antaranya adalah Perairan utara Sabang, Perairan barat Aceh, Perairan barat Simuelue - Kep. Mentawai, Perairan Enggano - Bengkulu.

Perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Sumatra, Selat Sunda bagian barat dan selatan, Perairan selatan Banten - P. Sumbawa, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, Samudra Hindia selatan Banten - NTB, Perairan selatan Kep. Tanimbar, Laut Arafuru.

"Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran," sebutnya.

Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 Knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 Knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m).

Kapal ferry(kecepatan angin lebih dari 21 Knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).

"Kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi dimohon agar selalu waspada," pungkasnya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT