30 September 2020, 13:17 WIB

Lewat Surat, Pinangki Minta Maaf ke Hatta Ali dan Burhanuddin


Tri Subarkah | Politik dan Hukum

TERDAKWA kasus gratifikasi Pinangki Sirna Malasari meminta maaf kepada Mantan Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali dan Jaksa Agung ST Burhanudin. Permohonan maaf tersebut dilakukan karena nama mereka turut terseret dalam kasus tersebut.

Permohonan maaf Pinangki disampaikan melalui surat yang diberikannya secara langsung kepada wartawan usai menjalani sidang pembacaan eksepsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada PN Jakarta Pusat, Rabu (30/9).

Baca juga: Kuasa Hukum Jelaskan Asal Usul Harta Pinangki

Adapun isi surat permohonan maaf dari Pinangki adalah sebagai berikut:

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, saya tegaskan sangat menyesal terkait adanya nama-nama yang terbawa atau disebut selama ini.

Saya tidak pernah sekalipun menyebut nama-nama tersebut dalam pemeriksaan karena memang saya tidak pernah mengetahui action plan. Apalagi lagi membuat action plan tersebut.

Namun, saya meminta maaf kepada Bapak Hatta Ali dan Bapak Burhanudin yang namanya disebut sebut dalam permasalahan hukum yang saya hadapi.

Waalaikumsalam WR. WB.

(Pinangki)

Saat membacakan nota keberatan, penasihat hukum Pinangki, Jefri Moses, mengklaim kliennya tidak pernah menyebut nama Mantan Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali dan Jaksa Agung ST Burhanudin seperti yang didakwakan penuntut umum sebelumnya.

"Terdakwa hanya tahu Bapak Hatta Ali sebagai Mantan Ketua Mahkamah Agung namun tidak kenal dan tidak pernah berkomunikasi dengan beliau."

"Terdakwa hanya tahu Bapak ST Burhanudin sebagai atasan atau Jaksa Agung di institusi tempat terdakwa bekerja, namun tidak kenal dan tidak pernah berkomunikasi dengan beliau," terang Jefri. (OL-1)

BERITA TERKAIT