30 September 2020, 13:05 WIB

Reforma Agraria Topang Pemulihan Ekonomi


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

WAKIL Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/BPN) Surya Tjandra menyebut salah satu inovasi untuk memulihkan pertumbuhan ekonomi ialah dengan reforma agraria.

Hal itu, katanya, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang meminta reforma agraria untuk ditetapkan sebagai program strategis nasional.

"Seperti kita tahu bahwa ekonomi Indonesia sedang depresi karena pandemi Covid-19 di semua sektor, reforma agraria seharusnya masuk dalam ruang pembangunan ekonomi," terang Surya dalam keterangan resminya, Jakarta, Selasa (29/9

Reforma agraria, kata Surya, bisa dijadikan sebagai alat penyeimbang pengamanan sosial ekonomi bagi masyarakat dalam upaya peningkatan investasi dan pembangunan ekonomi skala besar "Karena tujuan utama reforma agraria adalah mengatasi ketimpangan," tutur Wamen ATR.

Untuk mencapai tujuan dalam mengatasi ketimpangan, Surya Tjandra mengatakan kehadiran negara secara berkelanjutan menjadi sangat penting dalam melakukan peruntukan, penggunaan, penyediaan dan pemeliharaan tanah.

"Sesuai dengan Pasal 2 ayat (2) UUPA, kehadiran negara secara berkelanjutan yaitu negara menentukan peruntukan ruang dan pertanahan harus dipersiapkan sesuai dengan kebutuhan existing maupun yang akan datang," imbuh Surya.

Ia juga menyebut, untuk mengatasi ketimpangan tersebut, dalam nawacita Presiden Joko Widodo, mencantumkan target sembilan juta hektare untuk mewujudkan reforma agraria.

"Dalam kurun waktu lima tahun, kelihatannya tidak realistis untuk mewujudkan sembilan juta hektare. Oleh sebab itu, maka dipecah menjadi legalisasi aset dan redistribusi tanah," pungkas Surya. (E-1)

BERITA TERKAIT