30 September 2020, 10:53 WIB

Trump Tolak Pastikan tak Klaim Kemenangan Sebelum Ada Hasil Resmi


Faustinus Nua | Internasional

DUA kandidat presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan Joe Biden, yang akan berkompetisi dalam pemilu, 3 November mendatang, diminta untuk menyatakan komitmen bersama untuk menjaga ketenangan dan tidak mengklaim kemenangan masing-masing sebelum hasil diverifikasi secara independen. Hal itu diminta moderator debat Chris Wallace dari Fox News sebagai pernyataan penutup dalam debat terbuka pertama calon presiden AS, Selasa (29/9) waktu setempat.

Namun, Trump mengatakan dirinya menghindari membuat komitmen itu. Dia mengatakan khawatir dengan penipuan yang meluas, meskipun hal itu sangat jarang terjadi.

"Saya mendesak pendukung saya untuk pergi ke tempat pemungutan suara dan menonton dengan sangat hati-hati," kata Trump.

Baca juga: Biden Sebut Trump Presiden Terburuk AS

Sementara, Biden berkomitmen mendesak ketenangan dan menghindari pernyataan kemenangan dini. Dia menekankan semua surat suara dalam pemilihan harus dihitung.

Sebelumnya, debat berfokus pada integritas pemilu, dan Biden memfokuskan jawabannya pada mendorong warga AS untuk memilih.

"Datang dan pilih. Anda akan menentukan hasil pemilihan ini. Pilih, pilih, pilih," kata Biden.

Biden pada merujuk serangan Trump pada pemungutan suara melalui surat, yang diklaim presiden (tanpa bukti) akan rentan terhadap penipuan yang meluas.

Biden mencatat bahwa Trump sendiri telah memberikan suara melalui surat dalam beberapa tahun terakhir.

"Dia duduk di belakang Meja Resolusi dan mengirim surat suaranya ke Florida," tambah Biden.

Akan tetapi, Trump menegaskan kembali bahwa pemungutan suara yang dilakukan melalui surat dalam pemilu tahun ini akan mewakili penipuan, meskipun tidak ada bukti untuk itu.

Presiden mengklaim warga AS mungkin tidak mengetahui hasil pemilu selama berbulan-bulan. (TheGuardian/OL-1)

BERITA TERKAIT