30 September 2020, 10:15 WIB

Biden Sebut Trump Presiden Terburuk AS


Faustinus Nua | Internasional

DEBAT pertama calon presiden Amerika Serikat (AS) berlangsung sengit. Dua kandidat, Presiden Donald Trump dan Joe Biden, saling serang terkait berbagai permasalahan yang tengah dihadapi AS termasuk laporan pengembalian pajak.

Trump ditekan terkait berita di New York Times tentang pengembalian pajaknya, yang menunjukkan dia hanya membayar US$750 dalam pajak penghasilan federal pada 2016 dan 2017. Namun, presiden mengklaim telah membayar jutaan dalam pajak penghasilan.

Biden menanggapi dengan berulang kali menekan Trump untuk merilis pengembalian pajaknya dan Trump mengatakan akan segera melakukannya. Biden pun menyebut Trump sebagai Presiden terburuk AS, lantaran tidak mengikuti tradisi para presiden sebelumnya.

Baca juga: Biden Tuding Trump Panik Hadapi Pandemi Covid-19

"Anda adalah presiden terburuk yang pernah dimiliki Amerika," kata Biden.

Membalas kandidat Demokrat itu, seperti yang diharapkan, Trump menyerang putra Biden, Hunter, karena urusan bisnisnya di Ukraina, yang menjadi sasaran kemarahan Partai Republik selama penyelidikan pemakzulan.

Biden mencoba mengalihkan pembicaraan kembali ke pandemi covid-19, dengan mengatakan masalah itu tentang setiap keluarga Amerika, bukan keluarganya.

Ketika Trump berulang kali mencoba menyela dan menyerang lawannya, Biden berkata, "Sulit untuk berbicara dengan badut ini, permisi, orang ini."

Trump pun mengkritik Biden karena perannya dalam menyusun undang-undang kejahatan pada 1994, sebuah perubahan yang aneh dari serangan presiden baru-baru ini terhadap Biden karena diduga bersikap lunak terhadap kejahatan. Biden membalas dengan menanggapi protes anti-rasisme baru-baru ini dan tindakan kekerasan.

"Kekerasan sebagai tanggapan tidak pernah pantas. Tidak pernah pantas. Protes damai. Kekerasan tidak pernah pantas," ucap Biden.

Selain itu, Trump ditanya tentang upayanya untuk memblokir karyawan federal dari menerima pelatihan kepekaan rasial. Presiden berargumen bahwa pelatihan semacam itu rasis dan mengajarkan orang untuk membenci negara itu.

Trump kemudian menekan Biden tentang apakah dia percaya pada hukum dan ketertiban, yang telah menjadi salah satu seruan presiden dalam beberapa pekan terakhir. Biden menanggapi dengan mengakui bahwa dia percaya pada hal itu.

"Hukum dan ketertiban dengan keadilan di mana orang diperlakukan secara adil," kata Biden.

Biden pun meminta Trump untuk mengecam kekerasan supremasi kulit putih, beberapa minggu setelah dua pengunjuk rasa antirasis ditembak dan dibunuh di Kenosha, Wisconsin. Trump menanggapi dengan memberi tahu kelompok sayap kanan Proud Boys untuk mundur. (TheGuardian/OL-1)

BERITA TERKAIT