30 September 2020, 10:35 WIB

Investor Simak Debat Capres AS, Pergerakan Bursa Cenderung Datar


Fetry Wuryasti | Ekonomi

INVESTOR memusatkan perhatiannya pada debat pilpres AS yang dilaksanakan pagi ini. Penampilan para calon sedikit banyak mempengaruhi pergerakan bursa saham hari ini. 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (30/9) dibuka pada level 4.896,43, setelah penutupan di zona merah pada level 4.879..

"Oleh sebab itu, IHSG kami perkirakan akan cenderung bergerak flat pada hari ini. Selain itu, para pelaku pasar juga akan menunggu data manufaktur Tiongkok, yang mengisyaratkan proses pemulihan ekonomi negara tersebut," kata Suria Dharma Head of Equity Research, Strategy, Banking, Consumer (Staple), Rabu (30/9).

Sentimen positif datang dari diserahkannya Paket Pemulian Ekonomi Nasional sebesar Rp17,5 triliun oleh pemerintah ke bank Himbara. Pagi ini Nikkei terpantau -0,23% namun Kospi menguat +0,86%.

Bursa saham AS pada perdagangan semalam bergerak dalam teritori negatif. Dow Jones ditutup melemah -0,48%, S&P500 juga terkoreksi -0,48% dan Nasdaq -0,29%.

Pelemahan terjadi setelah adanya aksi profit taking setelah dalam 4 hari sebelumnya bursa AS mengalami penguatan. Meski demikian, ada sentimen positif dari indeks keyakinan konsumen (IKK) bulan September yang naik ke level 101,8 dari 84,8 di bulan Agustus, dan melampaui estimasi konsensus yang hanya memperkirakan akan berada di level 90 saja.

Kuatnya IKK tersebut, menjadi peluang bahwa ekonomi AS berada dalam tren positif meski tanpa stimulus. Para investor melakukan aksi profit taking dan menunggu debat pemilu presiden yang akan berlangsung jam 21.00 waktusetempat.

Pemilu AS tinggal 36 hari lagi dan ditakutkan banyak isu-isu politik yang berkembang dan menimbulkan kekhawatiran investor kedepannya, seperti hal terbaru yang dirilis oleh New York Times yang menginformasikan presiden Trump dalam 20 tahun terakhir tidak membayar pajak.

Dari pasar komoditas, harga minyak semalam sempat turun lebih dari -3%. Brent turun -3,8% dan WTI -3,2%. Pelemahan terjadi setelah kasus Covid-19 terus meluas di Eropa dan AS. Belum terkendalinya kasus pandemi membuat outlook permintaan minyak belum cukup baik, dan konsensus memperkirakan stok minyak AS cenderung naik 1,6 juta barel minggu kemarin. Di sisi lain, harga emas sedikit menguat +0,5% menunggu disahkannya paket stimulus ekonomi AS. (E-1)

BERITA TERKAIT