30 September 2020, 09:05 WIB

Paramedis Inggris Akan Dilengkapi Baju Terbang Layaknya Iron Man


Bagus Pradana | Weekend

IRON Man di dunia nyatanya nampaknya bakal terwujud di sosok paramedis Great North Air Ambulance Service (GNAAS), Inggris. Mereka kini didukung dengan teknologi baju terbang untuk memudahkan berbagai misi penyelamatan.

Uji coba misi penyelamatan dengan baju tebang itu telah dilakukan di wilayah Gunung Helvellyn yang berketinggian 950 meter. Dilansir Dailymail.co.uk,  Selasa (29/9), pakaian terbang tersebut merupakan penemuan dari Richard Browning, seorang pengusaha asal Inggris yang juga merupakan CEO dari perusahaan teknologi, Gravity Industries Ltd. 

Pakaian yang dinamai jetsuit ini diakui Browning memang terinspirasi film Marvel: Iron Man, dan dibandrol dengan harga Rp6,5 miliar untuk satu setnya. Namun, Browning dalam keterangan resminya kepada dailymail.com  sedang memperaiapkan kerjasama penyewaan pakaian tersebut untuk keperluan layanan darurat dengan pihak Great North Air Ambulance Service (GNAAS) Inggris.

Andy Mawson, selaku direktur operasi Great North Air Ambulance Service (GNAAS) menyatakan bahwa jetsuit tersebut sangat bermanfaat bagi para tenaga medis terutama ketika menghadapi situasi darurat di medan-medan yang sulit.

"Dengan mengenakan jet suit, penyelamatan yang biasanya memakan waktu hingga satu jam untuk perjalanan mencapai target, mungkin kedepan akan bisa dipangkas hingga beberapa menit saja. Hal itu sangat berarti bagi keselamatan korban," papar Mawson.

Jika idenya berhasil, jet suit untuk paramedis ini akan segera didesain oleh tim GNAAS untuk dilengkapi dengan berbagai peralatan medis, obat-obatan, lengkap dengan defibrilator untuk mereka yang mungkin mengalami serangan jantung.

"Tak seorang pun di dunia menyangka bisa mendapatkan pertolongan darurat dalam hitungan menit dan ini adalah sebuah terobosan yang dapat menyelamatkan nyawa banyak orang," pungkasnya.

Jet suit ini bisa melaju hingga kisaran kecepatan 50 mil per jam, dan dapat terbang mencapai ketinggian 6 meter di atas permukaan tanah, sehingga cukup aman jika pengguna terpaksa harus melakukan pendaratan darurat. (M-1)

BERITA TERKAIT