30 September 2020, 08:51 WIB

Kendala Tracing akibat Stigma kepada Penderita Covid-19


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

SEJAUH ini pemerintah sudah cukup berhasil meningkatkan kapasitas testing (pemeriksaan) dan treatment (perawatan) pasien Covid-19. Meskipun secara nasional angka testing belum mencapai target Badan Kesehatan Dunia atau Wolrd Health Organization (WHO), sudah ada beberapa provinsi yang melampaui target ini.

Selain itu, angka kesembuhan juga meningkat dari waktu ke waktu. Ini menunjukkan treatment yang dilakukan berkontribusi terhadap naiknya angka kesembuhan pasien covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengakui adanya kendala terbesar ialah tracing. Ini karena banyak resistensi dari masyarakat di lapangan akibat stigma terhadap penderita covid-19. Ini diperparah dengan berita bohong yang menghilangkan rasa percaya terhadap pasien yang menjadi subjek tracing.

"3T (testing, tracing, dan treatment) merupakan upaya yang tidak mudah sehingga membutuhkan sinergi dari masyarakat. Untuk itu kami mengimbau masyarakat untuk betul-betul memahami bahwa keterbukaan kita semua sangat penting bagi pemerintah dalam upaya pemerintah melakukan tracing," kata Wiku di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (29/9).

Masyarakat harus terbuka terkait riwayat perjalanan dan interaksi yang dilakukan. Masyarakat diminta tidak memberikan stigma terhadap penderita positif covid-19. Dengan demikian, mereka yang terpapar dapat sembuh dan tidak menularkan kepada yang lain.

"Apa yang bisa dilakukan masyarakat? Kita bisa bersama-sama memudarkan stigma negatif. Ingat musuh kita bukan saudara-saudara kita atau orangnya. Musuh kita adalah virusnya. Bersikap jujur dan suportif kepada petugas merupakan sikap yang penting dalam menyukseskan program 3T," jelas Wiku.

Tak lupa ia mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menekan penularan dalam lingkungan klaster keluarga. Terapkan protokol kesehatan yang ketat terhadap sesama anggota keluarga dan lindungi anggota keluarga yang masuk kelompok rentan. (OL-14)

BERITA TERKAIT