30 September 2020, 08:33 WIB

Pekan Ke-39 2020, Angka Kecelakaan Lalu Lintas Naik 1,28%


Cindy Ang | Politik dan Hukum

ANGKA kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Indonesia mengalami peningkatan pada minggu ke-39 2020. Kenaikan mencapai 1,28% dibandingkan minggu sebelumnya.

"Apabila dibandingkan angka laka lantas periode minggu ke-38 dengan minggu ke-39 terjadi kenaikan sebanyak 14 kejadian atau 1,28%," ujar Karo Penmas Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (30/9).

Awi membeberkan jumlah kecelakaan pada minggu ke-38 sebanyak 1.089 kejadian. Sebanyak 201 orang meninggal, 142 orang luka berat, 1.313 orang luka ringan, dan kerugian materi sebesar Rp1,9 miliar.

Baca juga: Denda dari Pelanggar PSBB II Rp1,7 Miliar

Sedangkan jumlah kecelakaan pada minggu ke-39 tercatat sebanyak 1.103 kejadian. Sebanyak 226 orang meninggal, 129 orang luka berat, 1.280 orang luka ringan dengan kerugian materi mencapai Rp1,7 miliar.

Awi juga memaparkan wilayah hukum Polda jajaran seluruh Indonesia yang memiliki angka laka lantas tertinggi pada periode minggi ke-38 2020. Peringkat pertama ditempati wilayah hukum Polda Jawa Timur dengan jumlah laka lantas sebanyak 297 kejadian.

"Tercatat meninggal sebanyak 51 orang, luka berat sebanyak enam orang, luka ringan sebanyak 387 orang, adapun kerugian materi sebesar Rp329 juta," ujar Awi.

Disusul Polda Jawa Tengah dengan jumlah laka lantas sebanyak 245 kejadian. Sebanyak 22 orang meninggal, dua orang luka berat, 282 orang luka ringan, dan kerugian materi sebesar Rp211 juta.

Selanjutnya, Polda Jawa Barat dengan jumlah laka lantas sebanyak 113 kejadian. Sebanyak 30 orang meninggal, 29 orang luka berat, 112 orang luka ringan, dan kerugian materi mencapai Rp194 juta.

Peringkat keempat yakni Polda Metro Jaya dengan jumlah laka lantas sebanyak 66 kejadian. Sebanyak 15 orang meninggal, 12 orang luka berat, 58 orang luka ringan, serta kerugian materi sebesar Rp93 juta.

Terakhir, Polda Daerah Istimewa Yogyakarta dengan jumlah laka lantas sebanyak 61 kejadian. Sebanyak tujuh oranh meninggal, dua orang luka berat, 85 orang luka ringan, serta kerugian materi sebanyak Rp43 juta. (OL-1)

BERITA TERKAIT