30 September 2020, 06:55 WIB

Bersama Tanggulangi Epidemi HIV


(Ata/H-2) | Humaniora

SAAT ini ada 543.075 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Indonesia. Namun, baru 3.950 dari total 394.769 ODHA atau 1% dari mereka yang menjalani pemeriksaan viral load (VL) HIV hingga 5 Juni 2020. Angka ini masih sangat jauh dari total kasus yang ada.

“Semakin dini pemeriksaan VL HIV dilakukan, maka kematian pada ODHA dapat kita cegah dan potensi penularannya juga terminimalisasi,” ucap Direktur Pencegahan dan Pengenalan Penyakit Menular Langsung Kemenkes Wiendra Waworuntu, kemarin.

Dalam pelaksanaan bulan Viral Load 2020 hingga Desember 2020 mendatang, Kemenkes pun mengimbau kerja sama seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam menanggulangi epidemi HIV di Indonesia.

Pemeriksaan VL HIV memonitor efektivitas pengobatan terapi antiretroviral (ARV) pada ODHA, sekaligus mencegah penyebaran virus.

Dari VL bisa diketahui berapa banyak virus HIV di dalam tubuh ODHA yang telah tersupresi. VL yang tersupresi berarti jumlah virus di dalam tubuh sangat rendah. Artinya, pengobatan ARV berhasil mengendalikan virus HIV di tubuh ODHA.

Antonio, salah satu ODHA yang melakukan pemeriksaan VL HIV termasuk yang disiplin meminum obat ARV dan melakukan pemeriksaan viral load.

”Dengan mengetahui jumlah viral load, kita bisa mengetahui apakah pengobatan ARV kita berfungsi dengan baik dan bisa mengurangi risiko penularan kepada pasangan kita,” ujar Antonio.

Bulan Viral Load HIV yang berlangsung di 105 kabupaten/kota menargetkan sebanyak 41 ribu ODHA untuk diperiksa status VL-nya. Kegiatan ini juga didukung oleh Yayasan KNCV Indonesia (YKI) bersama Yayasan Kasih Suwitno (YKS) melalui proyek konsorsium yang bersumber dari dana dari The Global Fund, AMPUH (Accelerating viral load testing aMong PLHIV through SITRUST and High quality laboratories).

Per 18 September 2020, 2.343 dari 5.801 sampel yang dikirim dengan menggunakan aplikasi SITRUST HIV menunjukkan hasil viral load tersupresi (penurunan jumlah virus HIV dalam darah). Artinya, pengobatan ART yang dilakukan berhasil dan tidak berpotensi untuk menularkan kepada pasangannya. (Ata/H-2)

BERITA TERKAIT