30 September 2020, 06:05 WIB

Fasilitas Keringanan Fiskal Dorong Perusahaan Ekspor


Wisnu AS | Ekonomi

PERUSAHAAN energi dan produsen panel surya dan modul surya, PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY), mendapatkan fasilitas keringanan fiskal berupa sertifikat Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dari Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, baru-baru ini. Sertifikat KITE diberikan setelah manajemen JSKY melakukan pemaparan daring profil bisnis dan penguasaan teknologi informasi inventory kepada tim penilai dari bea cukai.

“Hanya berselang satu jam setelah presentasi, kami langsung mengeluarkan izin KITE untuk JSKY. Fasilitas ini diberikan kepada perusahaan dan pelaku usaha untuk mendorong ekspor nasional sehingga berpotensi menambah devisa negara dan sebagai stimulus dalam menghadapi dampak pandemi covid-19,” ujar Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Decy Arifinsjah.

Fasilitas keringanan fiskal KITE berupa pembebasan bea masuk bahan baku impor, pajak pertambahan nilai, dan pajak penjualan barang mewah. Kebijakan dari pemerintah ini diberikan kepada perusahaan-perusahan dengan produk ekspor, sebagai stimulus ekonomi mengatasai dampak pandemi covid-19. Dengan tujuan agar perusahaan-perusahaan produk ekspor tetap bisa menjalankan ekspor produknya untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Sekretaris JSKY, Firsky Kurniawan, mengatakan selama ini pihaknya sudah melakukan ekspor ke Kanada, Amerika Serikat, Jepang, dan Tiongkok. Untuk menunjang ekspor, tahun ini JSKY juga mulai mengoperasikan pabrik baru untuk pasar ekspor,” ujar Firsky.
 
Didirikan pada 2008, PT Sky Energy Indonesia Tbk, selama telah memproduksi panel surya (solar cell) dan modul surya (modul solar) dengan kapasitas produksi 100 megawatt panel surya dan 200 megawatt modul surya per tahun. Melalui pabriknya di Cicadas, Bogor, dan pada tahun ini akan mengoperasikan pabrik baru di Cisalak, Depok, Jawa Barat. Selain untuk memenuhi pasar di dalam negeri, produk JSKY juga telah di ekspor ke sejumlah negara seperti Kanada, Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, Singapura, Jerman, dan Filandia.

PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) juga mengumumkan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 2 Oktober 2020, di Kantor Operasional Perseroan, di Cicadas, Gunung Putri, Bogor. Dalam RUPSLB ini direksi perseroan akan meminta persetujuan dari para pemegang saham untuk aksi korporasi melakukan penambahan modal perseroan melalui mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issues.
 
Dengan penawaran ini, JSKY menargetkan akan mendapatkan tambahan modal sekitar Rp99,59 miliar. Rencana JSKY seluruh dana yang terhimpun dari right issues ini akan digunakan untuk penambahan modal kerja perseroan setelah dikurangi biaya-biaya emisi.

“Penambahan modal ini akan digunakan untuk memulai operasional pabrik kedua di Cisalak, Depok. Ini untuk memenuhi permintaan ekspor yang terus meningkat, seiring tren solar panel secara global,” ujar Christopher Liawan, Komisaris JSKY. (OL-14

BERITA TERKAIT