30 September 2020, 06:43 WIB

Hati Gembira Kunci tidak Lelah Rawat Pasien


Wilda Indrawan dan Yanti Nainggolan | Humaniora

DUA hari setelah pulang dinas luar kota, Wildan Indrawan, 35, merasakan demam. Ia pun minum obat penurun panas parasetamol. Namun, tidak kunjung membaik. Wildan bahkan memeriksakan diri ke dokter. Awalnya didagnosis tifus dan infeksi paru.

“Namun, setelah minum obat tidak kunjung membaik. Minggu (13/9) dalam kondisi lemah dan pucat, saya diantar teman melakukan uji swab di RS Pelni Petamburan. Keesokan harinya saya dinyatakan positif covid-19,” tutur salah satu pasien positif covid-19 yang kini dirawat di
Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat itu, Senin (28/9).

Wildan mengaku kagum dengan kegigihan para petugas kesehatan yang terlihat letih dan lelah, namun tetap bersemangat membantu para pasien.

“Ketika tiba di RSD, antrean calon pasien cukup panjang, bahkan proses registrasi memakan waktu hingga 3 jam. Tenaga medis terlihat sangat sibuk melayani calon pasien yang terus berdatangan seakan tanpa henti,” tutur Wildan yang sudah 3 minggu menjalani isolasi mandiri.

Kegigihan para tenaga kesehatan juga terlihat pada dr Arief Riadi Arifi n, SpP,42.

Menurut Koordinator Dokter Spesialis Paru dari Badan Nasional Penanggulanagn Bencana (BNPB) dan RSD Wisma Atlet itu, para tenaga kesehatan memiliki strategi masing-masing untuk mengantisipasi kewalahan.

“Kalau sudah lelah, di-off selama 1-2 minggu. Selain itu, bekerja dalam tim yang berisikan sekitar lima orang juga membantu meringankan kewalahan,” ujarnya, Minggu (27/9).

Kerja dokter spesialis, lanjut Arief, berperan sebagai penanggung jawab para pasien dan datang ke RSD Wisma Atlet 2-3 kali seminggu. Mereka melayani konsultasi, bukan berkunjung melihat kondisi pasien.

“Perhimpunan Dokter Paru Indonesia mengimbau kepada dokter di luar rumah sakit rujukan supaya menyediakan waktu di Wisma Atlet untuk
melayani masyarakat,” tambah dokter yang juga bertugas di RS Pertamina Jaya, Jakarta Pusat itu lagi.

Tidak mengenal lelah merawat pasien covid-19 juga terlihat dalam diri Nova Sinaga,33. Relawan di RSD Wisma Atlet, Jakarta itu sudah bertugas sejak Mei 2020 di ruang High Care Unit (HCU) Tower 6 lantai 2.

Lantai itu ditujukan untuk pasien dengan komorbid dan memerlukan terapi tambahan. Misalnya, pasien diabetes yang memerlukan pemeriksaan gula darah.

Hampir empat bulan di RSD Wisma Atlet, Nova mengaku tak pernah merasa lelah. Ia berusaha tetap menjaga stamina dengan rajin berolahraga. Jam kerja dan istirahat yang seimbang juga salah satu alasan ia selalu bugar.

“Kerja delapan jam, istirahat 32 jam. Jadi, capek bukan alasan karena istirahat cukup dan makan makanan bergizi,” tambahnya.

Nova mengungkapkan bahwa tim yang menyenangkan juga membuat dia fi t. Baginya, hati yang gembira adalah obat, meskipun pasien covid-19 terus bertambah.

“Sampai detik ini tetap happy. Kalau badan capek, mengatasinya dengan harus bisa happy,” ungkap dia.

Sementara itu, hipnoterapis Randi Febrian Putra, 24, mengatakan meningkatkan imun tubuh agar sembuh dari covid-19 juga memerlukan mental yang sehat. (X-7)

BERITA TERKAIT