30 September 2020, 06:08 WIB

Industri Properti Sambut Pelabuhan Patimban


mediaindonesia.com | Ekonomi

DALAM rapat terbatas proyek strategis nasional pada 22 September, Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar pembangunan Pelabuhan Patimban yang berlokasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat, segera dirampungkan pembangunannya.

Bahkan Presiden memberi target soft launching Patimban dapat dilaksanakan November 2020 sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pasalnya, banyak sektor yang sangat bergantung terhadap kehadiran pelabuhan ini.

Pembangunan Patimban sangat berkaitan erat dengan semakin padatnya aktivitas di Pelabuhan Tanjung  Priok dapat dilihat dari dwelling time pada Mei 2020 berkisar dua sampai tiga hari. Kehadiran Patimban ini telah ditunggu-tunggu kalangan pengembang kawasan industri tidak saja di koridor Jakarta-Cikampek, bahkan kini semakin meluas di koridor Cikampek-Palimanan.

Beberapa pengembang properti yang memiliki proyek di Cikarang dan Karawang bahkan terus menerus mendengungkan kehadiran Pelabuhan Patimban dengan menggulirkan proyek-proyek barunya. Hadirnya Patimban tidak hanya menghidupkan kembali sektor industri, tetapi juga bakalan mendongkrak sektor hunian, pertanian, dan pariwisata.

Dengan Pelabuhan Patimban, akan terbangun segitiga kawasan pertumbuhan ekonomi, yaitu Pelabuhan Patimban, Airport Kertajati, serta Bekasi, Karawang, dan Purwakarta sebagai kawasan industri. Ketiganya saling terkoneksi dan saling mendukung satu dengan yang lain. Dengan demikian, kita memiliki daya saing, terutama untuk produk-produk ekspor dan lebih khusus lagi di bidang otomotif.

Pengamat properti Ali Tranghanda mengatakan meski belum memetakan Pelabuhan Patimban namun diperkirakan akan memberikan dampak cerah terhadap pertumbuhan sektor properti mulai dari kawasan indutri, hunian, sampai perkantoran.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch ini memperkirakan setiap infrastruktur baru akan memberikan dampak ekonomi yang ditandai dengan naiknya harga tanah biasanya dimulai dari kawasan disekitar keluar jalan tol. Ali memprediksi dalam kurun waktu tiga bulan sejak Pelabuhan Patimban beroperasi, ekonomi di kawasan itu akan mulai bergerak ditandainya dengan pergerakan arus barang yang semakin cepat.

Hal senada juga dikemukakan akademisi dibidang transportasi, Djoko Setijowarno yang mengatakan berbarengan dengan penyelesaian Pelabuhan Patimban juga harus diselesaikan akses yang menghubungkan Jalan Tol Cipali. Djoko juga melihat ekonomi bakal bergerak dengan hadirnya Pelabuhan Patimban sepanjang pengusaha dalam koridor tersebut harus diberikan kepastian pengiriman arus barang lebih lancar dan cepat.

Salah satu yang tertarik untuk mengembangkan kawasan di koridor Patimban yaitu PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA). Emiten ini melalui anak usahanya PT Suryacipta Swadaya (Suryacipta) saat ini sedang mempersiapkan acara peletakan batu pertama untuk proyek kawasan industri di Subang pada November 2020.

Kawasan industri bertajuk smart and sustainable city ini perlahan-lahan mulai mengungkap identitasnya yaitu Subang Smartpolitan. Berdiri di lahan seluas 2.700 hektare, Subang Smartpolitan merupakan kota masa depan di Subang.
Tidak hanya kawasan industri, kawasan itu mencakup komersial, hunian, area rekreasi, dan pendidikan. Artinya, kawasan ini menjadi suatu pengembangan yang terintegrasi.

Berada di lokasi yang strategis dan terintegrasi, keberadaan Subang Smartpolitan akan sangat menguntungkan para calon investor serta meningkatkan kesejahteraan sosial, ekonomi dan pendidikan bagi masyarakat sekitar.

Hadirnya Patimban dan properti pendukung di sekitarnya setidaknya menjadi obat di tengah-tengah wabah yang belum kunjung usai setidaknya memberikan optimisme baru bagi sektor usaha. Menurut VP Sales dan Marketing PT Suryacipta Swadaya, Abednego Purnomo, walaupun groundbreaking belum dilaksanakan, pihaknya menerima banyak inquiry dari berbagai investor asing maupun domestik, khususnya dari industri otomotif, consumer goods, medical, alat kesehatan, dan industri berbasis teknologi informasi. (Ant/OL-14)

BERITA TERKAIT