30 September 2020, 03:35 WIB

Drama Penalti di GP Rusia, Hamilton: Saya Ambil Sebagai Pelajaran


mediaindonesia.com | Olahraga

PEMBALAP Mercedes Lewis Hamilton menyebut dirinya hanya manusia biasa yang akan terus belajar, terlebih dari drama penalti di Grand Prix Rusia yang melibatkannya, akhir pekan lalu.

Hamilton gagal menyamai rekor 91 kemenangan Michael Schumacher di Sochi setelah menjalani dua penalti, masing-masing tambahan waktu lima detik dan harus puas finis ketiga setelah start dari pole position.

Beberapa jam setelah lomba, steward balapan memutuskan mencabut hukuman dua poin penalti pembalap Britania itu setelah investigasi mendapati Hamilton menjalankan perintah dari tim dan bukan atas kemauannya sendiri saat latihan start pada tempat yang tidak semestinya.

Steward kemudian memutuskan mendenda tim Mercedes 25.000 euro untuk setiap pelanggaran.

"Saya mungkin tidak selalu bisa melakukannya dengan benar ketika menghadapi kesulitan," tulis Hamilton di Instagram, Selasa (29/9).

"Saya mungkin tidak selalu bereaksi seperti yang Anda inginkan ketika tensinya tinggi, tapi saya hanya manusia biasa dan saya sangat bersemangat dengan apa yang saya lakukan," imbuhnya.

"Saya belajar dan tumbuh setiap hari, dan saya akan ambil pelajaran saya dan tetap bertarung di selanjutnya. Terima kasih kepada kalian yang terus mendukung dan berada di sana berjuang bersama saya," tuturnya.

Baca juga:  Hamilton Start Terdepan di GP Rusia

Setiap pembalap mendapat jatah 12 poin penalti per musimnya untuk lisensi super mereka sebelum dikenakan larangan membalap satu seri. Sebelumnya, Hamilton mendapat empat poin penalti di GP Austria karena mengabaikan bendera kuning ketika kualifikasi dan dua poin tambahan setelah insiden senggolan dengan Alexander Albon.

Ia juga mendapat dua poin karena memasuki jalur pit ketika masih tertutup di Grand Prix Italia.

FIA memperkenalkan aturan itu pada 2014 dan selama ini belum ada pembalap yang melebihi batas poin penalti hingga mendapat hukuman satu balapan.

Juara dunia enam kali itu sempat menanggapi pemberian poin kepadanya di Sochi berlebihan dan menuduh pengawas balapan mencoba menghentikan dirinya.

Race director Michael Masi membantah tuduhan itu setelah lomba.

"Jika Lewis ingin mengutarakan sesuatu, seperti yang saya bilang ke dia sebelumnya, pintu selalu terbuka," kata Masi.

"Kami memiliki steward sebagai juri independen untuk mengadili ada pelanggaran dan tidak masalah apakah itu Lewis Hamilton atau salah satu dari 19 pembalap lainnya," tukasnya.

Managing Director F1 Ross Brawn mengatakan Hamilton harus menerima dan belajar dari kesalahannya.(Ant/OL-5)

BERITA TERKAIT