30 September 2020, 05:45 WIB

Dongkrak UMKM, Perbankan Didorong Gandeng Fintech P2P


Des/Pra/E-2 | Ekonomi

KEMENTERIAN Koperasi dan UKM mencatat 22 juta pelaku UMKM masih belum terjamah oleh perbankan (unbankable) atau tidak memiliki tabungan. Karena itu, perbankan didorong untuk menjalin kerja sama dengan fintech peer-to-peer (P2P) lending dalam penya­luran stimulus pemerintah.

“Kita dorong agar penyalur­an KUR (kredit usaha rakyat) dari perbankan itu kerja sama dengan fintech agar penetrasi­nya lebih dalam karena perbankan enggak bisa akses atau enggak punya infrastruktur yang menjangkau sampai ke desa,” ungkap Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Hanung Harimba Rachman dalam webinar yang digelar Asosiasi Fintech Indonesia, kemarin.

Ia menambahkan, pemerintah telah menyalurkan bebera­pa program untuk membantu para pelaku UMKM, antara lain program perlindungan sosial dengan alokasi dana Rp204 triliun, banpres usaha produktif sebesar Rp20 triliun, restrukturisasi kredit sebesar Rp104 triliun, dan bantuan modal kerja sebesar Rp100 trilun.

Di diskusi yang sama, Analis Senior Direktorat Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tomi Joko Irianto menambahkan, berdasarkan data OJK, dari 60 juta pelaku UMKM di Indonesia, hanya 25% UMKM yang mempunyai akses ke layanan jasa keuangan. Karena itu, keberadaan fintech P2P lending diharapkan bisa berkontribusi memecahkan permasalahan ini.

Sementara itu, di Istana Kepresidenan Bogor, kemarin, Presiden Joko Widodo kembali meminta para pelaku usaha mikro untuk tidak mengendurkan semangat. Usaha yang dijalankan harus terus berlanjut walau omzet yang diterima tidak sebesar ketika pandemi belum menyerang.

“Semangat kerja jangan sampai kendur. Pertahankan usaha Bapak dan Ibu. Jangan sampai tutup. Jangan sampai rugi. Untung sedikit tidak apa-apa, tapi jangan sampai tutup,” ujar Jokowi yang pada kesempatan itu juga memberikan bantuan modal kerja kepada puluhan pedagang di Kota Bogor. (Des/Pra/E-2)

 

BERITA TERKAIT