30 September 2020, 01:48 WIB

Emir Kuwait Sheikh Sabah Meninggal di Usia 91 Tahun


Faustinus Nua | Internasional

SHEIKH Sabah al-Ahmad al-Sabah yang merupakan Emir Kuwait meninggal dunia pada Selasa (29/9) di usia 91 tahun.

"Dengan kesedihan yang mendalam untuk orang-orang Kuwait, dunia Islam dan Arab serta orang-orang dari negara-negara sahabat, Emiri Diwan berduka atas wafatnya Sheikh Sabah al-Ahmad al-Jaber al-Sabah, Emir Kuwait," kata kantor pemerintahan Kuwait.

Emir telah dirawat di rumah sakit di AS sejak Juli, lantaran setelah operasi di Kuwait kondisi kesehatannya tidak stabil.

Kantor pemerintahan juga mengumumkan penggantinya yang ditunjuk adalah Putra Mahkota Sheikh Nawaf al-Ahmad al-Sabah.

Kepergian pemimpin Kuwait itu meninggalkan duka bagi rakyatnya. Dia dianggap oleh banyak orang Arab sebagai operator diplomatik yang cerdas dan pejuang kemanusiaan.

Baca juga: Emir Kuwait Masuk Rumah Sakit, Putra Mahkota Naik Tahta Sementara

Sabah telah memerintah negara produsen minyak di Teluk Arab sejak 2006. Dia mengarahkan kebijakan luar negeri sekutu AS itu selama lebih dari 50 tahun.

Sheikh Sabah juga berusaha menyeimbangkan hubungan dengan tetangga Kuwait yang lebih besar. Dia menjalin hubungan terdekat dengan Arab Saudi, membangun kembali hubungan dengan bekas penjajah Irak dan menjaga dialog terbuka dengan Iran.

Dia mencoba menengahi perselisihan Teluk yang membuat Riyadh dan sekutunya memberlakukan boikot terhadap Qatar.

Adapun, suksesi diperkirakan tidak akan mempengaruhi kebijakan minyak atau strategi investasi asing melalui Kuwait Investment Authority, salah satu dana kekayaan kedaulatan terbesar di dunia. Kebijakan minyak ditetapkan oleh Dewan Perminyakan Tertinggi negara, yang ditunjuk oleh emir.(France24/OL-5)

BERITA TERKAIT