30 September 2020, 04:20 WIB

Tol Pertama Hadir di Ujung Utara


Pra/VL/HT/DW/N-3 | Nusantara

HARAPAN warga Sulawesi Utara untuk memiliki jalan tol pertama akhirnya terkabul juga. Meski molor dari target, salah satu ruas Jalan Tol Manado-Bitung, yakni Manado-Danowudu, tuntas dibangun.

Kemarin, Presiden Joko Widodo membukanya secara virtual. Dengan jalan tol, dia optimistis kegiatan ekonomi di kawasan itu akan berkembang semakin pesat.

“Jalan tol ini dirancang untuk terintgrasi dengan kawasan industri, baik pariwisata serta yang lainnya. Jalan tol ini akan mempercepat akses, jadi mudah dijangkau dan mudah dikembangkan,” tambah Kepala Negara.

Sulawesi Utara memiliki banyak potensi dari sisi ekonomi. Mulai dari industri per­ikanan, pertanian, perkebunan, dan yang paling utama adalah pariwisata.

Ruas Manado-Danowudu merupakan bagian dari Tol Manado-Bitung yang memiliki panjang 39,5 kilometer. Ruas Manado-Danowudu panjangnya 26,35 kilometer.

Ruas sisanya, Danowudu-Bitung diperkirakan rampung pada Juni 2021. Pembangunan tol ini sudah dimulai pada 2016. Jika kedua ruas sudah tersambung, waktu tempuh Manado-Bitung yang biasanya 90 menit bisa diperpendek menjadi hanya 30 menit.

“Ini sebuah perubahan kecepatan yang sangat pesat. Biaya logistik dari pusat-pusat industri ke Pelabuhan Internasional Bitung bisa ditekan sehingga produk-produk yang dihasilkan lebih efisien dan memiliki daya saing lebih kuat,” papar Presiden.

Dengan rampungnya jalan tol terpanjang di Sulawesi itu, kepala negara juga meyakini investasi yang akan masuk ke kawasan tersebut akan semakin besar. Usaha-usaha baru akan bermunculan, sehingga akan menciptakan banyak lapang­an kerja baru. “Kita harap kawasan ini bisa berkembang lebih baik lagi setelah berakhirnya pandemi,” tandas Jokowi.

Semula, tol yang dibangun dengan pola kerja sama pemerintah dan badan usaha, itu ditargetkan tuntas pada April 2020. Namun, keterlambatan terjadi karena pandemi. Pembangunan jalan tol ini menelan anggaran Rp6,19 triliun.

Pandemi tidak membuat pembangunan sejumlah proyek terhenti. Di Jawa Tengah, pemerintah provinsi memulai pembangunan flyover Ganego Mranggen, ruas Semarang-Godong, di Kabupaten Demak.

Proyek senilai Rp109 miliar itu akan dikerjakan PT Brantas Abipraya dan PT Heroni Karya Semesta. “Proyek harus selesai tepat waktu, dengan kualitas yang terjaga. Jangan dikorup, kami akan terus mengawasi,” kata Gubernur Ganjar Pranowo.

Di Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, Bupati Dodi Reza menyambut pembukaan pabrik aspal karet pada Oktober. “Ini akan jadi pabrik pertama di Indonesia. Mimpin petani karet rakyat akhirnya terwujud.”

Kepada Gubernur Sumatra Selatan, Dodi mengusulkan pembangunan jalan provinsi bisa menggunakan aspal karet asal daerah ini. (Pra/VL/HT/DW/N-3)

BERITA TERKAIT