30 September 2020, 04:00 WIB

Kegiatan di Pondok Pesantren Dihentikan


UL/HT/FL/AS/LN/RS/N-2 | Nusantara

SEBANYAK 93 santri, pengasuh, dan pegawai Pondok Pesantren Husnul Khotimah, di Desa Manis Kidul, Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terpapar covid-19. Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum yang berkunjung ke lokasi, kemarin, meminta santri yang sehat dipulangkan ke orangtua masing-masing.

“Sebelumnya, mereka harus dites usap. Yang sehat segera dikembalikan ke orangtua, yang positif diisolasi di pondok sampai negatif,” ujarnya.

Untuk melakukan tes usap massal, Pemprov Jawa Barat menyediakan 5.000 alat tes usap. “Saya meminta pimpinan pondok untuk tidak melaksanakan proses belajar mengajar dulu,” tambah Uu.

Juru bicara pondok, Sanwani sepakat. “Kami ikut arahan wakil gubernur.”

Di Jawa Tengah, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin mengaku sudah mendapat adanya klaster pondok pesantren di Batang, Kendal, Kebumen, dan Banyumas. “Kami minta seluruh pengasuh pondok berkoordinasi dengan gugus tugas.”

Ia meminta pengasuh pondok tidak terburu-buru memulangkan santri, meski kelihatan sehat. “Laporkan ke gugus tugas. Kami akan bantu apa yang diperlukan pondok pesantren untuk menanganinya.”

Di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, belum ditemukan kasus covid-19. Namun, sebagai langkah antisipasi, semua santri dan pengasuhnya mengikuti tes cepat.

Sejumlah klaster baru juga tumbuh di berbagai daerah, di antaranya klaster perkantoran di Kudus, Jawa Tengah, kantor KPUD di Makassar, Sulawesi Selatan, dan klaster keluarga di Denpasar, Bali. (UL/HT/FL/AS/LN/RS/N-2)

BERITA TERKAIT