30 September 2020, 01:15 WIB

Korban Tewas Covid-19 Lampaui Satu Juta


MI | Internasional

JUMLAH orang di seluruh dunia yang telah meninggal karena covid-19 kini telah melampaui satu juta. Banyak wilayah juga masih melaporkan lonjakan jumlah infeksi baru.

Penghitungan oleh Universitas Johns Hopkins di Amerika Serikat kemarin menunjukkan kematian di Amerika Serikat, Brasil, dan India mencapai hampir setengah dari jumlah itu. Para ahli mengingatkan angka sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyebutnya sebagai angka yang menyedihkan. “Kita tidak boleh melupakan nyawa setiap individu,” ujarnya dalam pesan video.

Perkembangan tersebut terjadi hampir 10 bulan setelah berita virus korona mulai bermunculan dari Wuhan, Tiongkok. AS memiliki jumlah kematian tertinggi di dunia dengan sekitar 205.000 kematian diikuti Brasil dengan 141.700 dan India dengan 95.500 kematian.

Pandemi covid-19 telah menyebar ke 188 negara dengan lebih dari 32 juta kasus yang dikonfirmasi. Penguncian wilayah dan tindakan lain untuk mencoba menghentikan penyebaran virus juga telah membawa banyak negara ke dalam resesi.

Di AS, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) melaporkan bahwa hampir 280.000 anak sekolah terinfeksi virus korona baru antara 1 Maret dan 19 September. Angka tersebut menyumbang sekitar 4% dari total beban kasus di AS selama periode ini. 

Tingkat kasus baru terus meningkat selama musim semi dan kemudian meningkat selama musim panas, serta memuncak pada 19 Juli. Kasus-kasus baru kemudian berhenti selama beberapa minggu sebelum menurun pada akhir Agustus, meskipun sekarang tampaknya meningkat lagi.

Para peneliti mengatakan bahwa data tersebut membantu menetapkan dasar untuk memantau tren infeksi covid19 karena sekarang dan dalam beberapa bulan mendatang beberapa sekolah kembali ke pembelajaran tatap muka.

Sementara itu, pemerintah Chile kemarin mencabut langkah-langkah penguncian wilayah yang ketat untuk jutaan orang di ibu kota Santiago, sebulan menjelang referendum penting untuk mengubah konstitusi era kediktatoran.

Chile merupakan salah satu negara yang paling parah terkena dampak virus di Amerika Latin. Hampir setengah juta infeksi dan lebih dari 12.000 kematian akibat covid-19 yang dikonfirmasi. Sekitar dua juta orang juga telah kehilangan pekerjaan mereka. (AFP/BBC/Hym/Van/Nur/X-11)
 

BERITA TERKAIT