29 September 2020, 23:00 WIB

Perpustakaan Dua Proklamator bakal jadi Destinasi Wisata Edukatif


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

UNTUK mempercepat akselerasi budaya literasi di Indonesia, Perpustakaan Nasional diminta untuk menggarap paket wisata edukatif di daerah. Kolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) diperlukan untuk tujuan itu.

Sebagai contoh, anggota Komisi X Ledia Hanifah Amalia menyampaikan, Perpusnas bisa memanfaatkan UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, dan UPT Perpustakaan Bung Hatta di Bukittinggi, Sumatra Barat, sebagai bagian dari paket wisata edukatif di daerah.

“Saya kira ini bisa dikembangkan terutama untuk dua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Proklamator yang mengandung nilai sejarah yang luar biasa. Jadi, spektrum pemanfaatan perpustakaan tidak hanya menjadi tempat mencari ilmu pengetahuan tetapi bisa menjadi wisata edukatif yang dilengkapi sajian menarik,” jelasnya, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/9).

Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando merespons baik gagasan itu. Ia mengataku akan segera menjajaki pengembangan Perpustakaan Proklamator Bung Karno dan Bung Hatta sebagai tempat wisata sejarah yang edukatif.

“Saat ini kami tengah menyusun folklore dari 10 tujuan wisata yang ditetapkan Kemenparekraf sebagai upaya mendorong peningkatan pariwisata melalui kearifan lokal, termasuk penerbitan tokoh-tokoh biografi nasional dari kemerdekaan,” jelas Syarif Bando.

Hal lain yang didorong Perpusnas adalah perhatian terhadap kebutuhan perpustakaan bagi masyarakat yang berada di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Penyediaan bahan bacaan harus disesuaikan dengan kondisi geografis dan demografi masyarakatnya.

Perpusnas bahkan telah menyiapkan alokasi peningkatan kompetensi pustakawan dan tenaga perpustakaan ribuan orang dengan anggaran lebih dari Rp1 miliar. Kepala Perpusnas juga akan mengajak perguruan tinggi yang berada di daerah 3T untuk gabung dan menjadi bagian dari komunitas Indonesaia OneSearch (IOS).

“Hingga saat ini Perpusnas sudah terjalin konektivitas IOS dengan 1.350 perpustakaan, termasuk perguruan tinggi. Namun, untuk perpustakaan sekolah diakui masih belum optimal, karena keterbatasan IT,” tandasnya. (H-2)

BERITA TERKAIT